Korlantas Temukan Masih Banyak Truk Tambang Tak Diregistrasi

Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol. Sumardji saat memaparkan materinya dalam Seminar di Pameran GIICOMVEC, Jakarta pada Kamis (9/4). Foto: GPrioritg/Dimas A Putra Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol. Sumardji saat memaparkan materinya dalam Seminar di Pameran GIICOMVEC, Jakarta pada Kamis (9/4). Foto: GPrioritg/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menemukan masih banyak angkutan barang seperti truk roda 10 di sektor tambang yang tidak melalui proses registrasi sebelum digunakan.

Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol. Sumardji, praktik yang terjadi di lapangan menunjukkan banyak kendaraan langsung dikirim ke area tambang di berbagai daerah tanpa registrasi resmi.

Kata dia, proses administrasi baru dilakukan setelah kendaraan tidak lagi memiliki nilai jual.

“Kalau kami jujur saja, sebenarnya mohon maaf, memangnya kami diregistrasi dulu. Kita registrasi dulu, setelah diregistrasi silahkan dioperasionalkan,” tuturnya dalam seminar di Pameran GIICOMVEC di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Rabu (9/4).

Akibatnya, kata dia, kendaraan yang didaftarkan ke pihak berwenang sudah dalam kondisi rusak atau tidak layak, sehingga menyulitkan proses administrasi dan pengawasan.

Menurutnya, kondisi ini berdampak pada ekosistem industri otomotif nasional, termasuk penjualan kendaraan baru.

Ia menilai perlu ada evaluasi dan kajian ulang terhadap regulasi yang ada agar praktik tersebut bisa ditekan.

“Kendaraan angkutan barang seperti truk roda 10 dan roda 6 yang seharusnya tetap diregistrasi meskipun digunakan di area non-jalan umum seperti tambang. Berbeda dengan alat berat seperti ADT (Articulated Dump Truck) yang memiliki klasifikasi tersendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Korlantas menegaskan pentingnya registrasi sejak awal guna menjaga keberlanjutan usaha serta tertib administrasi kendaraan di Indonesia.

“Jangan kendaraan ini sudah ibaratnya besi tua, baru disuratkan. Kami kesulitan juga. Ini mungkin jadi bisa diangkat isu ini,” ucapnya.