KTT ASEAN 2023 ; Indonesia Inisiasi Deklarasi One Health

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemkes

Labuan Bajo, Gpriority.co.id – Indonesia memginisiasi Deklarasi One Health dalam KTT ASEAN ke-42. Dalam ASEAN Leaders’ Declaration on One Health Initiative itu, Indonesia mengajak penguatan arsitektur kesehatan regional.

Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 menghasilkan Deklarasi One Health sebagai bagian dari prioritas utama pilar Sosial Budaya ASEAN. Dengan deklarasi ASEAN Leaders ini, Indonesia mengajak semua negara anggota ASEAN untuk melakukan identifikasi patogen zoonosis yang mengancam kesehatan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan penyebab wabah dan memiliki potensi pandemi, sebagai acuan untuk riset dan pengembangan, serta investasi terhadap prevention, preparedness and response (PPR). Deklarasi ini juga menguatkan komitmen dengan membangun jejaring, mengembangkan dan kolaborasi multisektoral, serta koordinasi One Health Initiative.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan, Bonanza Perwira Taihitu, S.Sos., M.Si mengungkapkan deklarasi menekankan perlunya berbagi pengalaman, pembelajaran, dan kemajuan, serta keterlibatan masyarakat antar negara ASEAN terhadap pelaksanaan One Health. Keberlanjutan pendekatan One Health tentunya membutuhkan sumber daya yang memadai serta dukungan dari pemerintah, entitas non-pemerintah serta mitra pembangunan internasional. “Penyusunan deklarasi telah melewati tahapan pembahasan intensif dan kolaborasi sektor manusia, kesehatan hewan, pertanian, kehutanan, lingkungan, dan pangan di negara anggota ASEAN,” katanya.

Disamping itu, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut inisiatif bilateral dan multilateral, serta bekerja sama dengan organisasi internasional untuk berkontribusi pada implementasi pendekatan One Health, baik di ASEAN maupun level nasional, termasuk upaya untuk memastikan ketersediaan pembiayaan. Bonanza menambahkan, deklarasi ini memandatkan agar menteri kesehatan ASEAN bekerja sama dengan para menteri ASEAN yang bertanggungjawab atas Kesehatan hewan, pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, dan pangan, serta berkoordinasi lebih lanjut untuk melaksanakan deklarasi.

Usulan One Health Initiative berangkat dari perhatian Indonesia akan dampak multidimensi yang parah akibat pandemi COVID-19, serta kemungkinan dampak penyakit menular lain yang muncul dan muncul kembali yang disebabkan oleh zoonosis, resistensi antimikroba, serta perubahan iklim. Hal ini yang menjadi dasar Indonesia mengusulkan untuk memperkuat arsitektur kesehatan di ASEAN melalui integrasi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan sebagai upaya deteksi dini, pencegahan, dan menanggapi pandemi di masa yang akan datang.