Lagi! Iran Serang Pangkalan Udara Pangeran Sultan, 10 Tentara AS Terluka

Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, yang kembali diserang Iran dengan drone dan rudal pada Jumat (27/3) kemarin/Foto : Dok. AFP Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, yang kembali diserang Iran dengan drone dan rudal pada Jumat (27/3) kemarin/Foto : Dok. AFP

Arab Saudi, GPriority.co.id – Perang bayangan di Teluk kini telah berubah menjadi konfrontasi langsung dan mematikan. Pada hari Jumat (27/3) kemarin, gelombang rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, hingga melukai sepuluh anggota militer AS dan merusak beberapa pesawat pengisian bahan bakar penting milik negara tersebut.

Dua anggota militer AS dilaporkan terluka sangat parah, sementara delapan lainnya mengalami luka serius dalam serangan itu. Kendaraan udara tak berawak, atau drone, juga terlibat dalam serangan itu, menurut pejabat AS dan Saudi yang mengetahui serangan tersebut. Citra dan data sumber terbuka yang beredar daring telah mengkonfirmasi serangan tersebut, lapor Wall Street Journal. Namun, Pentagon belum berkomentar tentang serangan terhadap pangkalan udara Amerika tersebut.

Jumlah Korban Perang AS-Iran Terus Meningkat

Perlu diketahui, ini bukan kali pertama pangkalan tersebut terkena serangan. Serangan sebelumnya merusak lima pesawat pengisian bahan bakar. Kementerian Pertahanan Arab Saudi secara terpisah mengkonfirmasi bahwa sebuah rudal balistik yang menargetkan ibu kotanya, Riyadh, dicegat dan dihancurkan di tengah penerbangan sebelum mencapai ibu kota.

Berbicara kepada CBS News, seorang juru bicara Komando Pusat AS mengatakan bahwa lebih dari 300 tentara Amerika telah terluka dalam konflik AS-Iran yang sedang berlangsung, dengan sebagian besar telah kembali bertugas. Selain itu, 13 anggota militer AS telah tewas selama operasi sejauh ini.

Sebelumnya pada Sabtu (28/2), pangkalan militer AS di Arab Saudi juga dibombardir oleh rudal balistik Iran, menurut laporan Fox News.

“Ini adalah peningkatan eskalasi yang besar,” kata Jennifer Griffin, seorang wartawati dan pejabat militer senior.

Saat itu Griffin menyebut, Iran telah meluncurkan setidaknya 300 rudal dan drone ke pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah, tetapi tanpa kerusakan serius, tambahnya. 

Sementara itu pada Minggu (1/3) sore, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan jika mereka telah menangani 165 rudal balistik yang datang, dua rudal jelajah, dan 541 drone Iran.

Secara tegas, Iran mengatakan jika diserang, mereka akan membalas di negara mana pun yang dianggap terlibat dalam serangan tersebut.

“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak,” tegas Pemerintah Iran.