Jakarta, GPriority.co.id – Pedagang daging di wilayah Jabodetabek melakukan mogok berjualan mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap tingginya harga daging yang terus melonjak.
Berdasarkan pantauan GPriority di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 12.00 WIB, tidak terlihat aktivitas penjualan daging sapi sama sekali. Lapak-lapak yang biasa digunakan pedagang daging tampak kosong. Sementara itu, pedagang lain seperti penjual daging ayam serta bahan pokok lainnya, seperti beras, sayuran, dan cabai, masih berjualan seperti biasa.
Salah satu pedagang ayam, Wati, mengatakan bahwa para pedagang daging sapi tengah melakukan mogok jualan akibat harga daging yang semakin tinggi.
“Penjual dagingnya lagi pada demo, karena daging naik terus. Terus sapinya juga langkah kan,” kata Wati kepada GPriority.
Ia menduga, kelangkaan sapi menjadi salah satu penyebab utama melonjaknya harga daging. Tak hanya daging sapi, Wati menyebut harga daging ayam juga mulai mengalami kenaikan.
“Daging ayam juga udah mulai naik ini. Pilten biasanya dari sana cuma Rp43 ribu, sekarang udah Rp48 ribu. Rp5 ribu sekali naik. Baru mulai semalam. Kalau ayam yang hidup paling naiknya Rp1 ribu perkilo,” jelasnya.
Meski harga ayam ikut naik, Wati mengaku penjualan masih berjalan cukup baik karena permintaan dari pembeli tetap tinggi.
Menurutnya, kenaikan harga daging sapi maupun ayam mulai terasa sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dulu mah enggak. Semenjak ada MBG ini aja,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pedagang daging se-Jabodetabek menggelar aksi mogok berjualan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas harga daging yang terus naik, sementara daya beli masyarakat menurun.
Ketua DPD Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta, Wahyu Purnama, mengatakan aksi mogok dipicu oleh tidak terealisasinya hasil rapat antara APDI dengan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta instansi terkait yang digelar pada 5 Januari 2026.
“Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi berhenti berjualan atau mogok dagang. Kami menimbang aspirasi anggota bandar sapi potong dan pedagang daging hilirisasi pasar tradisional se-Jabodetabek serta masyarakat menengah ke bawah yang sangat terdampak oleh tingginya harga daging sapi,” kata Wahyu dalam surat terbuka dikutip Rabu (21/1/2026).
