Lawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

Sinjai,Gpriority-Belakangan ini dunia Maya digegerkan dengan laporan kaum wanita yang merasa dirinya dilecehkan secara seksual oleh kaum pria di dunia Maya. Hal ini tentu saja mengundang keprihatinan Pemerintah Pusat. Untuk itulah di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 13 Oktober 2021 di Sinjai, Sulawesi Selatan tema yang diangkat adalah “Stop di Kamu! Lawan Pelecehan Seksual di Media Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Presenter TV, Ajeng Mawaddah Puyo; pegiat literasi digital, Lynvia Gunde; Noni Sulut, Blessy Easter Sara Tangel; dan Presidium Hoax Crisis Center Borneo, Reinardo Sinaga. Adapun sebagai moderator adalah Hesty Imaniar. Kegiatan yang kembali diadakan di Sinjai ini diikuti oleh 633 peserta dari berbagai kalangan usia maupun profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Kemudian, sesi materi dibuka dengan paparan berjudul “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet” yang dibawakan oleh Ajeng Mawaddah Puyo. Ia mengatakan bahwa cara untuk berinternet sehat yakni menjadikan internet sebagai sarana untuk belajar, berkarya, mencari informasi positif, dan batasi waktu penggunaan internet. “Kreatif di internet bisa dilakukan dengan mengembangkan potensi, unggah video atau bikin blog foto, gunakan untuk berjejaring secara positif,” tuturnya.

Berikutnya, Lynvia Gunde menyampaikan materi berjudul “Pelecehan Seksual di Dunia Digital”. Data Komnas Perempuan menunjukkan jumlah kasus pelecehan seksual terus meningkat tiga tahun terakhir. Jenisnya antara lain doxing, defamation, flaming, hate speech, impersonating, deadnaming, out-ing, online shaming, honey trapping, revenge porn, dan morphing. “Diperlukan kecerdasan emosional digital yang didasarkan pada nilai-nilai moral dalam berinternet agar terhindar dari menjadi pelaku dan korban KBGO (kekerasan berbasis gender online),” jelasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Blessy Easter Sara Tangel membawakan tema “Digital Culture: Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”. Budaya digital adalah transformasi digital itu sendiri. Meski berubah, yang penting untuk tetap dipegang adalah tata krama. “Berbahasalah yang santun, kritis dan komprehensif, apresiasi dan kritik yang sopan, jangan mudah terprovokasi, dan bijak dalam memberikan informasi,” terang Blessy.

Adapun pemateri terakhir, Reinardo Sinaga, menyampaikan tema “Keamanan Digital”. Ciri-ciri media sosial diretas, antara lain menerima surel pemberitahuan aktivitas masuk padahal pemilik akun tidak sedang beraktivitas, mengalami masalah saat akan masuk akun, tiba-tiba dibanjiri iklan spam, dan tiba-tiba mengikuti akun tidak dikenal. “Agar aman berselancar di internet, periksalah keamanan situs. Apakah ada tanda di gembok dan beralamat https, unduh Privacy Badger untuk memblokir pelacak ilegal di internet, dan pasang Zone Alarm untuk mendeteksi situs dan lampiran yang mengandung phising,” pungkasnya.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Banyak sekali akun palsu yang menggunakan foto pribadi kita, bahkan disalahgunakan untuk penipuan. Itu berdampak pada pemilik foto karena akan diserang oleh para korban. Langkah apa yang bisa dilakukan?” tanya Ramanda kepada Reinardo Sinaga. “Kalau FB di ponsel itu, sebelum masuk ada kode generator yang bisa disimpan. Kedua, bisa gunakan autentikasi dua langkah. Ketiga, gunakan face app. Jadi, kalau mau buka FB, harus pengenalan wajah. Itu sudah ada di pengaturan keamanan privasi di FB, ” jawab Reinardo Sinaga.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dyandra Promosindo)

Related posts