Maduro Ditetapkan Sebagai Anggota Teroris oleh AS, Rusia dan China Membelanya

Washington DC, Gpriority.co.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dibawah Presiden Donald Trump resmi menetapkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan sekutu-sekutunya sebagai anggota organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO). Rusia dan China menyebut ini adalah bagian Imperialisme AS.

Pengumuman ditetapkannya Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan sekutu-sekutunya sebagai anggota organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO) oleh AS dilakukan pada 24 November 2025.

Maduro ditetapkan sebagai bagian dari “Cartel de los Soles” (Kartel Matahari) sebagai kelompok teroris, yang AS tuding Maduro awasi langsung untuk narkoba dan dukung geng seperti Tren de Aragua.

Maduro dan militer Venezuela diduga pakai jaringan ini untuk smuggeling narkoba ke AS, membuat kekerasan di Amerika Latin. AS bilang Maduro memimpin langsung dan memakai militer buat lindungi operasi narkoba senilai miliaran dolar. Kartel ini lahir sejak era Hugo Chávez (2005), dan sekarang dikaitkan dengan geng Tren de Aragua yang bikin kekacauan di AS (seperti penangkapan imigran ilegal).

Dalam bulan ini AS memang telah mengerahkan gugus tempurnya yang terdiri dari kapal induk berisi jet tempur yang didampingi frigate dan kapal selam nuklirnya di kaut Karibia. Alasannya adalah untuk meningkatkan operasi anti narkoba.

Disaat yang sama, Venezuela juga sudah menyiapkan militer dan sukarelawannya untuk menghadapi AS dan melindungi kawasannya yang penuh cadangan minyak. Ini membuat ketegangan di Karibia naik bahkan banyak pakar yang mengatakan AS tengah menyiapkan arena perang baru. Trump sendiri berharap tekanan oleh AS bisa membuat Maduro mundur tanpa konflik besar.

Atas penetapannya sebagai Teroris, Maduro menolak keras dan menyebut hal ini ‘rekayasa konyol’ untuk intervensi. Venezuela menegaskan jika kartel Matahari tak pernah ada, dan rekayasa AS ini akan gagal seperti sebelumnya.

Sementara Rusia dan China menyebut ini merupakan bentuk ‘imperialisme AS. Adapun Presiden Brasil mengkritik campur tangan AS terhadap Venezuela. Sedangkan Uni Eropa sejauh ini masih bersikap netral.

Foto : Istimewa