Jakarta, GPriority.co.id – Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (17/1),
Pesawat tersebut kehilangan komunikasi sekitar pukul 13.17 WITA di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.
Terbaru, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan. Petugas SAR gabungan, Agung Laksamana dan aparat di lapangan menyampaikan hal ini Sabtu (17/1) malam.
“Berdasarkan laporan awal, pesawat ditemukan di kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tepatnya di sekitar wilayah Leang-Leang. Mendarat darurat di leang-leang, Lokasi penemuan berada di area tengah hutan” ungkap Agung.
Berikut rangkuman fakta-fakta penting terkait hilangnya pesawat ATR 42-500 tersebut:
1. Hilang Kontak di Wilayah Maros
Pesawat terakhir kali terpantau radar saat melintasi wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT. Setelah itu, komunikasi dengan awak pesawat terputus secara tiba-tiba.
2. Mengangkut 11 Orang
Pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.
Daftar kru pesawat:
- Captain Andy Dahananto
- Second in Command (SIC) / FO Yudha Mahardika
- XCU Captain Sukardi
- FOO Hariadi
- EOB Franky D. Tanamal
- EOB Junaidi
- FA Florencia Lolita
- FA Esther Aprilita S.
Daftar penumpang:
- Deden
- Ferry
- Yoga
Namun, dalam perkembangan terbaru disebutkan bahwa XCU Captain Sukardi tidak berada di dalam pesawat pada rute Jogja–Makassar tersebut.
3. Operasi SAR Diperlua
Basarnas mengerahkan tim gabungan yang melibatkan TNI AU, BPBD, kepolisian, serta unsur terkait lainnya. Fokus pencarian dilakukan di kawasan pegunungan dan wilayah Maros, meski upaya tersebut menghadapi tantangan medan berat dan kondisi cuaca.
4. Jenis Pesawat ATR 42-500
Pesawat yang terlibat merupakan ATR 42-500, pesawat turboprop regional yang umum digunakan untuk rute jarak pendek hingga menengah. Pesawat ini dikenal efisien dan sering dioperasikan di wilayah kepulauan seperti Indonesia.
5. Kronologi Hilangnya Kontak
Pukul 12.23 WITA: Pesawat dilaporkan dalam fase pendekatan menuju Bandara Sultan Hasanuddin. Radar menunjukkan posisi pesawat tidak berada di jalur seharusnya, sehingga ATC memberikan instruksi koreksi.
Pukul 13.17 WITA: Kontak dengan pesawat terputus dan awak tidak lagi merespons komunikasi.
6. Crisis Center Dibuka
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membuka crisis center di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk koordinasi informasi dan pendampingan keluarga kru serta penumpang.
7. Penyebab Masih Diselidiki
Hingga kini, belum ada kepastian penyebab hilangnya pesawat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan belum menarik kesimpulan terkait insiden tersebut.
“Kami KNKT masih jauh dari (menyimpulkan) penyebab kecelakaan itu apa,” kata Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam konferensi pers di Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).
Pihak berwenang memastikan proses pencarian dan investigasi akan terus dilakukan hingga keberadaan pesawat dan seluruh penumpangnya dapat dipastikan.
