Masjidil Haram Lepas Dari Pemandangan Crane Usai 22 Tahun

Masjidil Haram Lepas Dari Pemandangan Crane Usai 22 Tahun Masjidil Haram Lepas Dari Pemandangan Crane Usai 22 Tahun

Jakarta, GPriority.co.id – Usai lebih dari dua dekade pembangunannya, kini Masjidil Haram di Makkah dilaporkan bebas dari pemandangan crane. Hal ini menandai sejarah baru bagi masjid tersuci di dunia tersebut.

Tahun ini merupakan musim haji pertama tanpa keberadaan crane setelah sebelumnya alat berat tersebut mendominasi area Masjidil Haram, bahkan pernah menyebabkan tragedi pada 2015 ketika sebuah crane jatuh dan menewaskan ratusan jemaah disana.

Berdasarkan potret udara terbaru dari Saudi Press Agency, menunjukkan Masjidil Haram kini terlihat lebih luas dan megah usai seluruh crane dilepas.

Sebagai informasi, proyek perluasan Masjidil Haram terus berjalan untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan para jemaah. Perluasan ketiga yang dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi mencakup area seluas 345.000 m², yang termasuk koridor tawaf.

Kini Masjidil Haram dapat menampung hingga 107.000 orang per jam. Disisi lain, berbagai fasilitas modern juga telah ditambahkan, termasuk pemasangan bulan sabit emas di setiap menara masjid.

Menurut sejarah, perluasan Masjidil Haram pertama kali dimulai oleh Khalifah Umar bin Khattab RA pada tahun 17 H untuk menampung jumlah jemaah yang terus bertambah.

Pemerintah Arab Saudi Akan Bangun Bioskop Dekat Ka’bah?

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi membuat geger publik usai mengatakan akan berencana membangun bioskop dekat Ka’bah, di distrik Al Abidiyah (dekat Universitas Umm Al Qura) di luar kompleks masjid Ka’bah. Kabarnya bioskop ini akan mencakup area seluas 80.000 meter persegi.

Proyek bioskop dekat Ka’bah ini dipegang oleh perusahaan lokal Modern Leading Building Leaders (MBL). Pembangunan bioskop ini merupakan bagian dari program “Smart Mecca”.

Dilansir dari New Arab dan CNN Indonesia, proyek pembangunan bioskop ini menggelontorkan dana sebesar 1,3 miliar riyal, atau sekitar Rp5,3 triliun.

Walau sempat menjadi kontroversi karena pembangunannya dilakukan di area dekat tanah suci, namun pemerintah Arab Saudi menegaskan pembangunan baru tersebut tidak akan membahayakan atau menodai kesucian dari Mekkah.

Foto : Dok. Saudi Press Agency