Masyarakat Mahakam Ulu Siap Divaksin

Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, maka dari itu diperlukan pola hidup sehat dengan menegakkan protokol kesehatan, serta melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Mahakam Ulu, Agustinus Teguh Santoso, M.Adm mengatakan bahwa, vaksinasi Covid-19 penting dilakukan, sebab dengan menjalankan vaksinasi masyarakat akan memiliki antibody pribadi. Walaupun setelah divaksin dinyatakan positif Covid-19, hal tersebut tidak akan menimbulkan keparahan seperti seseorang yang belum disuntik vaksin.

Di Kabupaten Mahulu sendiri antusiame masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi cukup tinggi. Pada Sabtu, (08/05/2021) lalu vaksin tahap II termin III di Mahulu dilaksanakan dan menyasar masyarakat lanjut usia (lansia), terutama yang berusia 60 keatas, sebanyak 125 lansia.

Berikut ini wawancara Gpriority dengan Kadinkes P2KB Agustinus Teguh Santoso, mulai dari pelaksanaan vaksinasi, target, hingga pentingnya vaksinasi Covid-19.

1. Bagaimana pelaksanaan vaksinasi pertama di Kabupaten Mahakan Ulu

Vaksin pertama bulan Februari 2021, Kita melakukan vaksinasi tahap pertama untuk jajaran tenaga kesehatan (nak es), baru berlanjut ke lansia pelaku pelayanan publik, pelajar, dan masyarakat umum. Vaksin jenis Sinovac diperuntukkan bagi 980 orang di Mahulu untuk suntikan pertama dan suntikan ke dua. Jadi itu yang kita lakukan dulu, karena pada awal-awal itu kan nakes yang kedepannya pasti akan melakukan pelayanan kepada pasien Covid-19, dan sekarang sudah tercapai, semua nakes di Mahakam ulu sudah kita lakukan suntikan vaksin.

2. Berapa target keseluruhan vaksinasi Covid-19 di Mahakam Ulu?

Untuk target keseluruhan, kita diberikan target dari Kementerian Kesehatan sekitar 25.500 orang, dan saat ini sudah 48,8 persen sudah kita lakukan suntikan dosis pertama untuk semua lapisan masyarakat, sementara dosis keduanya sudah 37,3 persen. Dari keseluruan yang mesti harus kami suntik sesuai dengan target dari nasional yang diberikan kepada Dinkes P2KB Mahulu. Jika untuk tenaga kesehatan kami sudah lakukan vaksinasi sebanyak 100 persen.

3. Seberapa penting Vaksin untuk masyarakat?

Kenyataannya sangat berpengaruh, sudah kita rasakan bahwa teman-teman yang sudah divaksin dan masyarakat yang vaksin paling tidak itu bisa mempunyai antibody secara pribadi sehingga misalnya terpapar itu pun tidak sampai mengalami keparahan. Jadi rata-rata yang kami temukan kasusnya biasanya yang terkonfirmasi positif ini banyak yang belum divaksin. Dan yang mengalami keparahan biasanya banyak yang belum divaksin.

Jadi untuk masyarakat yang sudah divaksin secara teori walaupun divaksin masih bisa tetap masuk karena virus ini masuk melalui pernafasan, kemudian bisa masuk juga ke mulut, ini tetap bisa masuk. Tetapi ibarat orang kehujanan dia itu sudah punya jas hujan memang bisa basah tetapi tidak sampai basah kuyup.

4. Closing statement dari Kadinkes P2KB terkait kesehatan berkelanjutan di Mahakam Ulu?

Prinsip kita mesti terus semangat untuk membangun kesehatan khususnya dalam menangani pandemi Covid 19, kami himbau kepada masyarakat Mahakam Ulu untuk meningkatkan Prokes 6 M, Mensukseskan Program Vaksinasi Covid 19, Jangan takut untuk Swab dalam kegiatan tracing/tracing dan segera periksa ke Fasyankes apabila ada gejala yang mengarah ke Covid 19.

Strategi Hadapi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga terus berupaya dalam menangani Covid-19. Selain giat melaksanakan vaksinasi, Pemkab Mahulu juga siap siaga meyediakan tempat khusus bagi pasien Covid-19.

Kadinkes P2KB Mahulu, Agustinus Teguh Santoso mengatakan semua rumah sakit di Mahulu sudah disiagakan untuk melakukan pelayanan terhadap pasien Covid-19. Jika sewaktu-waktu ada lonjakan kasus maka pihaknya siap untuk menanganinya.

Hal tersebut juga merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Mahulu, yaitu penataan dan peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas, baik dari sisi sarana maupun prasarana pelayanan kesehatan.

“Di Mahakam Ulu semua rumah sakit sudah kita siagakan untuk bisa melakukan pelayanan terhadap pasien covid-19. Khusus di ibu kota kabupaten (Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun) kita didukung oleh Unit II atau Covid-19 Center,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menetapkan Puskesmas Ujoh Bilang yang diresmikan Selasa (16/03/21) sementara tidak beroperasi dan dijadikan sebagai Unit II atau Covid-19 Center. Yang mana tempat tersebut digunakan untuk penanganan khusus pasien Covid-19 dengan kapasitas 51 orang

Selain itu Puskesmas Long Hubung, yang berlokasi di Kilo Meter 3 Kampung Long Hubung Kecamatan Long Hubung juga sudah diresmikan, dan diperuntukan sebagai pusat pelayanan (center) dan pecegahan covid-19 di wilayah hilir atau gerbang masuk ke wilayah ke wilayah Mahakam Ulu (Mahulu).

“Ada juga Rumah Sakit Gerbang Sehat juga kita gunakan untuk pelayanan pasien Covid-19 kemudian dibantu juga untuk yang tidak bergejala dan bergejala ringan melakukan karantina di bumi perkemahan atau buper yang ada di Long Melaham di ibu kota Mahakam ulu,” jelasnya.

Kasus Covid-19, Zona Merah Hingga Zona Hijau

Diketahui kasus penambahan positif Covid-19 di Mahakam Ulu tertinggi pada tanggal 07 Mei 2021 dengan penambahan pasien 17 orang, dan tanggal 11 Juni 2021 bertambah 16 orang. Hal tersebut membuat Mahulu masuk ke dalam zona kuning.

Meskipun begitu, Mahulu pernah dalam enam hari tidak ada pasien yang bertambah alias nol pasien pada tanggal 19 Mei hingga 24 Mei 2021, yang membut Mahu masuk ke dalam zona Hijau.

Sesuai ketentuan, pembagian zona hijau hingga merah berdasarkan angka kasus aktif positif Covid-19 berstatus perawatan. Zona hijau adalah nol kasus, zona kuning 1-25 kasus, zona oranye 26-50 kasus, serta untuk zona merah lebih dari 51 kasus.

Kadinkes P2KB, Agustinus Teguh Santoso menceritakan bahwa pada awal tahun 2020 Kabupaten Mahulu pernah bertahan selama 6 bulan di zona hijau.

“Kita pernah bertahan 6 bulan berada di zona hijau, kemudia per 17 Agustus 2020 itu kasus pertama yang ada di Mahulu itu muncul satu dua kasus, kemudia pada Desember 2020 itu juga terjadi peningkatan kasus yang cukup tajam sehingga Mahulu masuk zona merah,” tuturnya.

Begitu memasuki zona merah, Pemkab Mahulu melalui Satgas Covid-19 dan perangkat lainnya berusa untuk melakukan penangan secara serius, hingga akhirnya Mahulu bisa turun ke zona kuning hingga kembali ke zona hijau.(#)

Related posts