Melihat Lebih Dekat PTM di Jakarta

Jakarta,Gpriority-Senin (30/8/2021), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sempat terhenti di bulan Juni dikarenakan Covid-19 yang meningkat.

Kembali dibukanya PTM membuat senang seluruh siswa dan juga guru dikarenakan PTM lebih efektif dibandingkan dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Lantas seperti apakah PTM yang kembali digelar oleh sekolah yang ditunjuk? Guna menjawab pertanyaan tersebut, pada Rabu (1/9/2021) Gpriority menyambangi SMK Negeri 44 Jakarta.

SMK Negeri 44 Jakarta merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk wilayah Jakarta Pusat 2.

Berdasarkan pengamatan Gpriority, Sekolah Menengah Kejuruan yang beralamat di Jalan Harapan Jaya Cempaka Baru 2 telah menerapkan standar protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.

Saat memasuki gerbang sekolah, siswa akan langsung disambut oleh guru yang bertugas dengan mengecek suhu tubuh menggunakan thermogun. Kemudian siswa juga diwajibkan mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan. Hal yang sama juga kembali dilakukan saat siswa akan masuk ke dalam ruang kelas.

” Tidak hanya itu para siswa, guru,staf sekolah yang akan kembali belajar PTM hampir 92% sudah divaksinasi. Hal ini sesuai dengan anjuran dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” jelas Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 44 Jakarta,Estu Sulistiowati.

Para siswa yang akan masuk kelas seperti dituturkan Estu juga diperiksa apakah membawa masker dan sarung tangan atau tidak. Jika tidak membawa karena lupa maka pihak sekolah akan memberikannya.

Para siswa juga wajib menggunakan hand sanitizer yang disiapkan di setiap kelas. ” Penyediaan hand sanitizer di setiap kelas sesuai dengan SOP yang diberikan,” jelas Estu.

Untuk wastafel dengan air yang mengalir, Estu juga mengatakan bahwa pihak sekolah sudah menyiapkan 26 wastafel yang terbagi ke dalam 3 lantai. ” Jadi setiap 2 kelas kita kasih 1 wastafel,” kata Estu.

Mengenai toilet, Estu mengatakan bahwa dalam setiap lantainya disiapkan 2 toliet untuk laki-laki dan wanita.” Setiap 1 toilet ada 6 bilik. Tidak hanya itu agar air tambah mengalir lancar kita juga melakukan pengeboran air. Dengan demikian Prokes sesuai SOP sudah dijalankan,” tutur Estu.

Mengenai tata belajarnya, Estu menjelaskan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. ” Namun berbeda dengan sebelum pandemi, setiap kelas akan diisi dengan 2 orang guru. Yang satu bertugas mengajar dan satu lagi mengelola zoomnya sehingga yang disekolah dan dirumah pelajaran yang diterima sama,” jelas Estu.

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 44 Jakarta,Estu Sulistiowati

Mengenai jumlah siswa yang diizinkan masuk, Estu menjelaskan hanya 18 siswa saja selebihnya belajar di rumah. ” Para siswa tersebut akan diroling selama satu Minggu, sehingga semuanya mendapat giliran belajar,” ucap Estu.

Lantas bagaimana jika ada orang tua yang menolak? Estu menjelaskan bahwa anak tersebut diizinkan untuk belajar dari rumah melalui zoom.

Estu juga berharap agar Covid-19 segera menghilang dari muka bumi ini sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi kembali normal.(Hs.Foto.Tika)

Related posts