Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan Untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif

Jakarta,Gpriority-Pada 22-23 Juli 2019, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) akan menggelar Indonesia Development Forum (IDF) yang ketiga.

IDF akan digelar di Jakarta dengan mengangkat tema ” Mission Posible: Memanfaatkan Peluang Pekerja Masa Depan untuk mendorong pertumbuhan inklusif”

Acara yang didukung pemerintah Australia ini menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro dalam sambutannya pada Peluncuran IDF 2019 di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat (29/1) merupakan platform dialog antara pembuat kebijakan, akademisi, praktisi dan para profesional pegiat pembangunan baik dari sektor pemerintah, swasta maupun masyarakat sipil untuk membangun solusi berbasis bukti bagi tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Indonesia.
Bambang juga mengatakan, forum tahun ini akan diselaraskan dengan upaya pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Indonesia dengan menghasilkan gagasan dan wawasan guna mendukung SDGs yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan serta kesempatan kerja penuh dan layak bagi semua, dan membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif yang berkelanjutan, serta mendorong inovasi.

“Fokus utamanya adalah merancang berbagai strategi untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang pesat terutama industri 4.0, serta menyiapkan tenaga kerja untuk pekerjaan di masa depan,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Bambang juga mengatakan, IDF tahun ini akan fokus pada strategi-strategi untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak dan peluang ekonomi lainnya.

“Pemerintah Indonesia telah meiaksanakan berbagai strategi guna mendorong pertumbuhan yang inklusif, termasuk dengan meningkatkan investasi di proyek-proyek padat karya di sektor-sektor yang bernilai tambah tinggi dan sumber-sumber pertumbuhan baru seperti pariwisata, ekonomi kreatif dan ekonomi digital, memperbaiki iklim investasi dan ketenagakerjaan, serta menumbuhkan kewirausahaan. Wawasan, pelajaran dan solusi-solusi yang dipresentasikan dalam IDF akan membantu untuk membuat inisiatif-inisiatif yang sudah berjalan menjadi lebih efektif, sekaligus mengidentifikasi Ide-ide maupun pendekatan-pendekatan baru,”Jelas Bambang Brodjonegoro.

Duta Besar Australia untuk indonesia. Gary Quinlan, menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah Indonesia dan Menteri Bambang Brodjonegoro atas peiuncuran IDF yang ketiga.

”Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan adalah fokus utama baik bagi Pemerintah Australia dan indonesia,” katanya.

Gary juga mengatakan, Australia sangat senang dapat mendukung upaya Indonesia dalam memperkenalkan reformasi bagi fleksibilitas tenaga kerja sehingga meningkatkan daya saing indonesia dan mengimbangi pola kerja global yang dinamis.

Gary menambahkan relevansi pendidikan harus bermanfaat untuk dibidang teknologi. Sebab pada saat ini tenaga kerja di Indonesia harus sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.
Indonesia Development Forum didukung oleh Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative, yakni program kerjasama antar dua negara guna mendukung para pengambil kebijakan untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dengan memaksimalkan pemanfaatan riset, data dan analisis. Salah satu tujuan utama kerja sama antara Australia dan Indonesia adalah mengurangi kesenjangan melalui reformasi kebijakan untuk mendorong Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil.

“Sebagai kepentingan bersama, kami berharap IDF tahun ini bisa mendukung Indonesia dalam merancang kebijakan- kebijakan berbasis bukti guna memodernkan tenaga kerja lndonesia,” terang Gary.

Salah satu perwakilan Kadin mengatakan, Sebagai pengusaha pasti akan mengambil tenaga kerja, tetapi tidak pernah membicarakan produktivitas, akibatnya jarak kita melebar dengan negara lain.

Dalam even ini perwakilan kadin juga meminta harus mengoptimalisasi bonus demografi yang akan berakhir di tahun 2040.

Perwakilan Kadin tersebut juga mengatakan Kadin Indonesia telah bekerjasama dengan kadin Jerman untuk membuat pelatihan. Sehingga tenaga kerja kita semakin berkualitas.

Veronica Ceo Yayasan Cinta Anak Bangsa mengatakan yang unik dari Yayasan Cinta Anak Bangsa adalah memperkerjakan ibu-ibu dengan syarat hasilnya untuk pendidikan buat anak-anak.

” 60 persen pekerja kita di bawah sma dan banyak anak yang putus sekolah. Untuk itulah yayasan memberikan vokasi yang efektif dan produktif. Salah satunya dimulai dengan bisnisnya. Training center mendukung di belakangnya. Karena buat apa di didik kalau akhirnya nanti nganggur juga,” kata Veronica.

Veronica juga mengaku bangga dengan IDF karena mendukung para pelaku usaha di Indonesia. (Hs.Foto:Hs)

Related posts