Mengapa 31 Oktober Ditetapkan Sebagai Hari Halloween?

Mengapa 31 Oktober Ditetapkan Sebagai Hari Halloween? Mengapa 31 Oktober Ditetapkan Sebagai Hari Halloween?

Jakarta, GPriority.co.id – 31 Oktober selalu identik dengan perayaan hari Halloween. Di barat, perayaan ini identik dengan hal-hal seram.

Di luar negeri, saat hari Halloween tiba, semua orang berlomba-lomba memakai kostum menyeramkan, atau cosplay memakai kostum karakter film dan superhero favoritnya.

Pada malam hari Halloween, anak-anak di Barat akan berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah mereka dan membawa lentera labu atau keranjang.

Nantinya mereka akan mengetuk pintu rumah tetangga mereka satu-persatu dan bertanya dengan satu kalimat yang sama, ‘Trick or Treat?’.

Jika pemilik rumah menjawab ‘Treat’, maka mereka harus memberikan permen atau cokelat kepada anak-anak yang mendatangi rumah mereka.

Namun jika pemilik rumah menjawab ‘Trick’, maka harus bersiap dijaili oleh anak-anak yang memakai kostum Halloween tersebut.

Sebenarnya, selain permen dan cokelat, pemilik rumah juga bisa memberikan makanan manis lainnya.

Awal Mula Hari Halloween Tercipta

Dilansir dari National Today, kata Halloween sebenarnya telah ada sejak abad ke-16. Dalam bahasa Skotlandia kuno, Hallowe’en diterjemahkan sebagai “All Hallows’ (holy) Even” yang merujuk pada “All Hallows’ Evening,” sehari sebelum ‘All Hallows Day’.

‘All Hallows Day’ adalah sebuah acara khidmat di mana semua orang kudus surgawi Gereja Katolik dihormati. Pada abad ke-18, Halloween muncul dengan ejaan yang kita kenal sekarang.

Pengaruh ajaran Kristen pada masyarakat mulai tumbuh sekitar abad ke-8, dimana saat itu adat dan tradisi Kristen juga dipengaruhi dengan adat dan tradisi dari bangsa Celtic.

Umat Kristen akan merayakan ‘All Souls Day’ pada tanggal 2 November, yang merupakan hari untuk menghormati orang yang telah meninggal dengan cara yang sama seperti yang dilakukan bangsa Celtic pada Samhain.

Sekitar waktu inilah malam sebelum perayaan tersebut dikenal sebagai ‘All Hallows Eve’.

Setelah ‘All Hallows Day’ secara resmi diubah menjadi tanggal 1 November pada tahun 835, tanggal 31 Oktober kemudian dikenal sebagai ‘All Hallows Eve’ atau Halloween yang kita kenal saat ini.

Di Amerika sendiri, Halloween telah populer sejak abad ke-19. Di tahun 1920-an dan 30-an, mulai ramai parade dan pesta Halloween.

Orang-orang akan merayakan parade dan pesta Halloween dari satu pantai ke pantai lainnya, tanpa memandang ras atau latar belakang agama.

Sejak tahun 1950-an sampai saat ini, di Barat Halloween bahkan tercatat sebagai hari libur yang utamanya diperuntukkan bagi anak-anak.

Sementara di Indonesia saat ini, pesta kostum juga mulai menjadi tradisi bagi beberapa kalangan. Bahkan pesta kostum juga dilakukan diluar hari Halloween, misalnya seperti acara ulang tahun atau suatu perayaan.

Semakin kreatif, di Indonesia juga banyak yang menggunakan kostum unik salah satunya yang viral belum lama ini, yaitu cosplay pahlawan di uang rupiah.

Foto : Ilustrasi / Freepik