Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemkes
Labuan Bajo, Gpriority.co.id – Pemerintah gencar membangun layanan kesehatan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya diperuntukkan untuk menyambut kegiatan KTT ke-42 ASEAN. Lebih dari itu juga untuk memenuhi ketersedian layanan kesehatan yang utama seperti layanan kesehatan jantung dan stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dalam kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo untuk memastikan kesiapan fasilitas dan layanan kesehatan di RSUD Komodo dalam rangka menyambut kunjungan Kepala Negara/Kepala Pemerintahan negara-negara ASEAN di KTT ke-42 ASEAN, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pembangunan layanan kesehatan di Labuan Bajo bukan hanya untuk menyambut adanya kegiatan KTT ke-42 ASEAN melainkan juga memastikan ketersediaan layanan kesehatan di Labuan Bajo terpenuhi terutama layanan kesehatan jantung dan stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Sebagai salah satu agenda prioritas dalam transformasi layanan kesehatan rujukan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Kemenkes, RSUD Komodo disiapkan untuk memberikan kemudahan akses masyarakat sekaligus layanan kesehatan yang merata khususnya untuk 4 layanan prioritas yaitu jantung, stroke, kanker dan ginjal yang menjadi beban Pembiayaan Kesehatan terbesar. Menkes pun memastikan kesiapan dokter spesialisnya. Diketahui, saat ini ketersediaan dokter spesialis di Labuan Bajo belum terpenuhi. Atas dasar itu, kesiapan alat kesehatan yang canggih harus dibarengi dengan mendatangkan Dokter Spesialis yang lebih lengkap.
”Untuk sementara ini karena fasilitas alat kesehatan yang berdatangan termasuk canggih, maka butuh lebih banyak dokter spesialis. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Labuan Bajo untuk dapat mendatangkan Dokter Spesialis dari luar Labuan Bajo, seperti Bali untuk dapat melengkapi kebutuhan layanan dokter spesialis di Labuan Bajo,” ucapnya seperti dilansir rilis Kemkes.
Dirinya kemudian mengajak dokter-dokter di NTT untuk dapat memanfaatkan fasilitas beasiswa dokter spesialis yang tengah disediakan oleh Kemenkes. Tujuannya agar jumlah dokter spesialis yang berasal dari Nusa Tenggara Timur semakin banyak. Selain itu, agar alat kesehatan canggih yang sudah disediakan dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
”Ayo dokter-dokter umum di NTT segera manfaatkan kesempatan 2500 beasiswa dokter spesialis yang sudah disiapkan oleh Kemenkes supaya lebih banyak lagi dokter spesialis orang NTT, jadi bisa memaksimalkan alat kesehatan canggih yang sudah disediakan,” tandasnya.
Dalam kunjungan kerjanya yang turut didampingi Bupati Manggarai Barat Edistasius Endy didampingi Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Azhar Jaya, Menkes mengungkapkan, kesiapan layanan kesehatan di RSUD Komodo belum sepenuhnya rampung. Namun, dapat dipastikan untuk kelengkapan fasilitas kesehatannya sudah terpenuhi dan dipastikan akan selesai sebelum KTT ke-42 dilaksanakan.
