Merapikan Tempat Tidur Tiap Pagi Bisa Memperburuk Kesehatan, Kok Bisa?

Merapikan Tempat Tidur Tiap Pagi Bisa Memperburuk Kesehatan, Kok Bisa? /Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Merapikan Tempat Tidur Tiap Pagi Bisa Memperburuk Kesehatan, Kok Bisa? /Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Meskipun memiliki banyak manfaat, merapikan tempat tidur tiap pagi disebut bisa memperburuk kesehatan.

Padahal, ritual merapikan tempat tidur tiap pagi dapat membantu tidur lebih nyenyak, meningkatkan frekuensi hubungan seksual dengan pasangan, meningkatkan produktivitas, hingga mengurangi kecemasan.

Namun, penelitian terbaru yang dilansir dari NY Post menunjukkan bahwa tempat tidur yang tidak dirapikan dapat membantu kita menghindari satu masalah kesehatan yang mengerikan.

Penelitian menemukan, ketika tempat tidur dirapikan, kehangatan dan kelembapan yang dihasilkan selama tidur melalui keringat dan pernapasan akan terperangkap, hingga menciptakan iklim mikro yang hangat dan memungkinkan tungau debu berkembang biak.

Tungau debu termasuk salah satu alergen dalam ruangan yang paling umum di seluruh dunia, yaitu organisme mikroskopis yang berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap. Seperti tempat tidur, kasur, karpet, hingga furnitur berlapis kain.

Terlebih lagi saat musim hujan atau musim dingin. Ini merupakan waktu perkembangbiakan tungau debu karena ventilasi dan sinar matahari yang terbatas untuk menjaga ruang tetap hangat serta terisolasi.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Kingston London menemukan, menunda merapikan tempat tidur secara signifikan dapat mengurangi jumlah tungau debu di dalam dan di bawah selimut.

Dengan membiarkan tempat tidur tidak dirapikan, uap air yang terperangkap saat tidur pun akan menguap, hingga menciptakan kondisi kering dan menyebabkan tungau debu dehidrasi. Akibatnya, jumlah tungau debu pun akan berkurang.

Perlu diketahui, tungau debu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulai dari kondisi kulit, iritasi hidung, hingga masalah pernapasan yang parah dan memperburuk gejala asma.

Menurut penelitian, 10 orang dan 80 persen penderita alergi, mengalami alergi kotoran tungau debu serta bangkai tungau yang mebusuk. Kabar buruknya, satu juta tungau debu dapat bergerak di sekitar kasur, kapan pun.

Oleh sebab itu, mengurangi kadar tungau debu sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif bagi penderita asma, anak-anak kecil atau lansia, hingga individu yang menderita sinus atau pernapasan kronis.

Namun para ahli memberikan catatan penting, bukan berarti kita membiarkan tempat tidur selalu berantakan, melainkan menyesuaikan waktu kapan harus merapikannya.

Alih-alih merapikan tempat tidur setelah bangun tidur di pagi hari, para ahli menyarankan untuk merapikannya setelah satu jam dengan menyingkirkan selimut, membuka jendela, serta membiarkan kamar terbuka agar udara segar masuk. Aliran udara tersebut akan menurunkan kelembapan udara, sehingga tungau debu pun sulit berkembang biak di tempat tidur.

Namun apabila anda tidak punya banyak waktu untuk merapikan tempat tidur sebelum berangkat kerja, anda dapat merapikannya setelah pulang, dengan memastikan kamar mendapatkan ventilasi yang baik.

Para ahli juga merekomendasikan pencucian seprai mingguan dengan menggunakan deterjen cucian, untuk membunuh bakteri. Kasur juga harus dilakukan pembersihan secara menyeluruh setiap bulannya dengan penyedot debu dan pembersih uap, untuk menghilangkan kuman juga serangga. Selain itu, sangat penting untuk mencuci selimut dan bantal setiap enam bulan sekali.