Nunukan Dapat Jatah 305 Formasi P3K dari Kementerian PANRB

Jakarta,GPriority.co.id-Nunukan merupakan salah satu daerah yang berada di Perbatasan Kalimantan tepatnya Kalimantan Utara. Sebagai Garda terdepan, Nunukan tentu saja membutuhkan ASN dan non-ASN (honorer) dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Sayangnya di bulan Oktober 2023, Pemerintah Pusat berencana akan menghapuskan tenaga honorer. Inilah yang membuat pemerintah daerah dan tenaga honorer resah. Bagi Pemda Honorer menjadi tulang punggung di tengah krisis ASN di Pemda. Sementara bagi tenaga honorer mereka bisa menjadi pengangguran mengingat banyak yang masih belum memenuhi syarat untuk menjadi P3K.

Alasan itulah yang membuat Apkasi menggelar audiensi dengan KemenPANRB di Hotel Sahid, Rabu(21/9/2022). Dalam audiensi yang bertajuk rakornas, Para kepala daerah dan perwakilan mengutarakan apa yang menjadi permasalahan di daerah. Dan langsung mendapat respon positif dari MenPANRB Abdullah Azwar Anas.

Ditemui usai Rakornas, Apri staf BPKSDM Nunukan yang hadir bersama dengan Iwan mengapresiasi acara yang digelar Apkasi dan KemenPANRB. Menurut Apri acara ini sangat bagus karena membahas mengenai solusi dari pemerintah daerah dalam menangani tenaga non ASN yang bekerja pada instansi daerah.

” MenpanRB sendiri akan memberikan solusi apa saja terkait tenaga non ASN,” ucap Apri.

Di Nunukan sendiri seperti dijelaskan Apri berdasarkan data sekitar 4.000. itu masih belum ditambah dengan tenaga honorer yang belum terdata.

Mengenai langkah selanjutnya, BKPDSM belum bisa berbuat apa-apa. Untuk kebijakan lebih lanjut menunggu arahan dari atasan.

Mengenai pengangkatan P3K, Apri mengatakan mendapat jatah 305 formasi penetapan P3K secara keseluruhan dari tenaga teknis pemadam kebakaran,kesehatan dan pendidikan. untuk pendidikan ada di angka 60-an, sedangkan medis mendominasi dengan 150 posisi yang ditetapkan.

” Ini sesuai dengan yang diajukan oleh Pemkab Nunukan dan yang diminta oleh Kemenkes,” ucap Apri menutup perbincangan.(Hs.Foto.Hs)

Related posts