Nusliko Park, Destinasi Wisata Alam Halmahera Tengah di Era Pandemi

Kabupaten Halmahera Tengah yang terletak di provinsi Malaku Utara, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Terdapat berbagai macam destinasi wisata dengan pemandangan alam yang sangat indah dan eksotis, seperti wisata bahari pantai, pemandangan bawah laut, goa, tempat ziarah, dan masih banyak lagi.

Salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi di masa pandemi saat ini yaitu Nusliko Park, yang merupakan daerah tujuan wisata dengan kolaborasi potensi yang dimiliki, baik wisata alam danau, pantai, hutan mangrove, ziarah dan pancing. Jumlah pengunjung yang datang setiap harinya bisa mencapai 100 sampai 300 orang. Biasanya Nusliko Park ini dipadati oleh wisatawan di hari Sabtu dan Minggu. Meskipun tempat wisata ini baru dikembangkan, fasilitas sarana dan prasarana pendukung yang ada cukup lengkap seperti jalan setapak, tracking wisata, jembatan kayu, pusat informasi berupa papan informasi, ruang ganti, kamar mandi, gazebo, kios kuliner berupa café terapung di atas air, dan lain-lain.

Selain Nusliko Park, ada juga wisata petualang yang cukup digemari wisatawan yaitu Goa Boki Maruru yang terletak di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara. Biasanya goa ini ramai dikunjungi wisatawan di hari libur Sabtu dan Minggu, dengan jumlah pengunjung yang datang kisaran 30 sampai 100 orang. Di Goa Boki Maruru ini wisatawan dapat menikmati suasana goa yang hening dan memacu adrenalin ditemani nyayian burung yang indah. Air di Boki Maruru bening dan tawar dengan kedalaman bervariasi antara 1-4 meter. Fasilitas yang tersedia saat ini adalah padle board, pelampung yang merupakan milik desa, gazebo, ruang ganti, WC umum yang dibangun Pemda Halteng, dan lain-lain.

Ada juga salah satu tempat yang menjadi daya tarik wisata di pulau Gebe yaitu Taman Wisata Hutan Mangrove Kacepi yang sudah difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata, dan juga Pemerintah Desa lewat BUMDes berupa boardwalk atau tracking wisata Mangrove yang dilengkapi dengan ruang ganti, kios kuliner, dan lain-lain. Disamping itu ada juga wisata bahari bawah laut yang sebelum masa Pendemi kunjungan wisatawannya luar biasa, dalam setahun bisa mencapai 200 sampai 600 orang.

Kemudian ada Birding Watching untuk pengamatan burung-burung endemik yang ada di Halmahera, dan wisata alam lainnya yang sangat mempesona.

Selama Pandemi Covid-19 tempat wisata yang berada di Kabupaten Halmahera Tengah sempat tutup untuk mencegah penularan virus corona. Namun saat ini sudah dibuka kembali seperti di Nusliko Park dengan menerapkan protokol kesehatan dengan cara memantau pengunjung untuk tetap jaga jarak, penggunaan masker, dan rajin cuci tangan ditempat yang sudah disediakan.

Menurut Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Halmahera Tengah, Ricky Nusah, S.ST.Par, selama pandemi Covid-19 bidang pariwisata sempat mengalami kerugian di bidang pengelolaan. “Kerugiannya mungkin lebih kepada pengelola atau tenaga kerja, ada kurang lebih 43 karyawan aktif di salah satu Resort di Halteng yang sebagian besar di rumahkan, ada sekitar 9 orang yang di rolling untuk sekedar mengontrol tempat wisatanya,” ujar Ricky.

Tempat-tempat pendukung pariwisata seperti spa dan salon juga tutup dan belum melakukan aktivitas untuk pelayanan.

Menurut Ricky tantangan dalam mengembangkan pariwisata di tengah Covid-19 yaitu kurangnya kunjungan dari wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Saat ini setiap kunjungan dari luar daerah misalkan dari luar provinsi Maluku Utara wajib menyertakan rapid test dan surat gugus tugas dari daerah asal. “Di sisi lain sikap pemerintah yang menjaga agar masyarakat tetap aman dan sehat, itu yang menjadi hambatan sehingga tingkat kunjungan agak menurun,” ujar Ricky.

Ricky juga mengatakan, Pemerintah Daerah pada saat ini telah menganggarkan 5 Miliar Rupiah untuk di kelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata guna peningkatan ekonomi bagi masyarakat terdampak (Kelompok Ekonomi Kreatif dan Kelompok Pariwisata), agar tetap survive di tengah wabah Covid-19.

Ricky juga berpesan agar ketika berwisata ke Halmahera Tengah, wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti, memakai masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, membawa hand sanitizer, dan perlatan pendukung pribadi dalam beraktivitas di tengah era adaptasi baru.# (Dwi)

Related posts