Transfer Dana Pilkada Sudah 96%, Banggai Dinilai Siap Laksanakan Pilkada 2020

Dalam rangka mengecek kesiapan Pemilihan Kepala Umum Daerah (Pilkada) 2020, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja secara maraton ke daerah-daerah termasuk ke Sulawesi Tengah.

Kehadiran Tito Karnavian dan rombongan di Bandara Mutiara Sis Aljufri pada Jum’at (17/7/2020) mendapat sambutan hangat dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah,Dr.H.Rusli Dg.Palabbi,SH.MH.
Selanjutnya Tito beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gedung Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah untuk melakukan rapat dengan kepala daerah se-Sulawesi Tengah terkait persiapan Pilkada serentak tahun 2020 dan pengarahan kepada Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepada Tito, Rusli Dg.Palabbi mengatakan, berdasarkan data realisasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) terdapat 3 kabupaten yang transfer dananya sudah mencapai di atas 90 %, salah satunya adalah Banggai.

Dijelaskan oleh Wakil Bupati Banggai Drs. H. Mustar Labolo yang hadir dalam acara tersebut, Banggai sudah melakukan realisasi transfer dana pilkada mencapai 96 %. Dari total dana hibah tersebut, Pemkab Banggai telah mencairkan 100 % untuk KPU dan Bawaslu sedangkan untuk keamanan baru terealisasi sebesar Rp.52,94%.

Tito Karnavian seperti dijelaskan Mustar langsung memberikan apresiasi kepada Banggai dan siap melaksanakan Pilkada 2020. Tito dalam sambutannya juga mengatakan, apa yang dilakukan Banggai dan beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah patut ditiru oleh daerah lainnya. Sebab percepatan realisasi NPHD akan sangat mendukung kerja KPUD,Bawaslu dan keamanan.

Terkait persiapan Pilkada 2020, Ketua KPU Banggai Zaidul Bahri Mokoagow mengatakan,telah memenuhi semua komitmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan Pilkada 2020, seperti menyusun PKPU tentang pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah Covid-19 dan revisi PKPU tentang tahapan,program dan jadwal.

KPU seperti diterangkan Zaidul juga tengah memetakan jumlah TPS, mengingat saat ini Covid-19 masih melanda Indonesia.” Guna menghindari kerumunan dan antrian panjang yang bisa menjadi klaster baru Covid-19, Kemendagri dan KPU Pusat meminta ada penambahan TPS,” tegas Zaidul.

Zaidul juga mengatakan saat pemilihan nanti, KPU Banggai akan menerapkan protokol kesehatan baik bagi petugas, saksi, pengawas, keamanan dan juga pemilih, sehingga Pilkada Banggai 2020 bebas dari Covid-19.#(Hs)

Related posts