Optimalkan Potensi Pariwisata Domestik Untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia


Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam pernyataannya melalui siaran pers yang dikirim pada Rabu pagi (4/11/2020) menjelaskan, kontraksi ekonomi yang terjadi secara global akibat pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap kinerja pariwisata, termasuk di Indonesia.

Untuk itulah Kemenparekraf pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mendorong kembali kebangkitan pariwisata pasca pandemi COVID-19. Tujuannya agar ekonomi Indonesia bisa kembali bangkit. “ Seperti kita ketahui Indonesia memiliki destinasi pariwisata yang sangat indah. Hal inilah yang membuat wisatawan asing dan lokal selalu menyempatkan diri unruk berkunjung ke tempat tersebut. Akibat banyaknya kunjungan wisatawan, sektor pariwisata hingga tahun 2019 berdasarkan data BPS menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara setelah sawit. Namun ketika Covid-19 melanda, pariwisata menjadi salah satu sektor yang turut terpuruk. Ini disebabkan adanya pelarangan ke tempat wisata, penutupan dan juga ketakutan masyarakat terkena Covid-19. Memasuki era new normal, Kemenparekraf berkeinginan untuk kembali menjadikan pariwisata menjadi sektor penyumbang devisa. Caranya dengan melakukan promosi.

” Meskipun Indonesia dikenal memiliki destinasi wisata yang sangat bagus. Tetap saja wisatawan enggan untuk datang, alasannya takut terkena Covid-19. Untuk itulah Kemenparekraf gencar mempromosikan pariwisata Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan baik melalui event, media sosial maupun media massa,” jelas Angela.

Revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pariwisata seperti dikatakan Angela, juga menjadi fokus utama Kemenparekraf.Menurut Angela, revitalisasi dan perbaikan infrastruktur menjadi elemen yang penting untuk menarik kembali minat masyarakat kembali ke tempat wisata.” Seperti yang kita ketahui, banyak sekali tempat-tempat wisata yang awalnya ramai, kini menjadi sepi meskipun pemerintah memperbolehkan membuka kembali wisatanya. Setelah diselidiki ternyata penyebabnya adalah banyaknya infrastruktur yang sudah mulai rusak. Atas dasar alasan itulah, Kemenparekraf terus melakukan revitalisasi dan perbaikan infrastruktur di semua daerah,” tutur Angela.

Angela yakin upaya yang dilakukan Kemenparekraf bisa kembali mendatangkan wisatawan ke tempat wisata di Indonesia.” Keyakinan saya didasari oleh fakta bahwa di cuti bersama kemarin, banyak sekali masyarakat Indonesia yang kembali mendatangi tempat wisata,” tutup Angela.(Hs.Foto.Kombik Kemenparekraf)