Penulis : Ponco Suharyanto │ Editor : Dimas A Putra │ Foto : GP Sifra
Kutai Timur, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) diberi target oleh Pemerintah Pusat untuk mencapai nilai investasi sebesar Rp 13 triliun yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Potensi investasi apa saja yang diharapkan Kutim dan bagaimana kondisinya saat ini? Berikut laporan G Priority.
Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang beribukota Sangatta Utara memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17% dari luas Provinsi Kaltim. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2020 penduduk kabupaten ini berjumlah 424.334 jiwa dengan kepadatan 12 jiwa/km². Kabupaten Kutim juga dikenal kaya akan sumber daya alam (SDA) dan terletak strategis pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II). Atas dasar itu Pemerintah mendirikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan(MBTK).
KEK MBTK yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014 diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut. Posisi geostrategisnya yaitu ALKI II dimana merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi, serta merupakan jalur regional lintas trans Kalimantan, dan transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Kutim melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berupaya mengoptimalkan investasi di KEK MBTK. Investasi di KEK Maloy sendiri umumnya dalam bidang perkebunan serta pertambangan serta produk turunannya. Sebagai ilustrasi, KEK MBTK ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp.34,4T dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 55.700 tenaga kerja hingga tahun 2025.
Sebagai informasi, Kutim sendiri telah ditetapkan sebagai daerah yang memberikan kontribusi paling signifikan untuk realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim. Data DPMPTSP Kaltim menyebut, realisasi investasi PMA di Kutim untuk triwulan II 2023 mencapai 92,63 juta USD, setara dengan Rp 1,37 triliun. Dengan kata lain 30,13 persen dari total realisasi PMA.
Bupati Kutim, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., menyebut wilayahnya mempunyai potensi besar daerah sektor perkebunan, hal ini terlihat dari perkembangan sektor perkebunan yang terus tumbuh. Bahkan, tidak hanya perusahaan besar lewat PMA dan PMDN saja yang memiliki area-area perkebunan. “Masyarakat Kutim ternyata banyak memiliki area-area perkebunan yang diperkuat STD-B,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Teknis Bidang Prasarana dan Sarana dalam rangka Pendataan Komoditi Perkebunan untuk E-STDB dan Kelompok Tani dengan berbasis aplikasi yang berlangsung di Hotel Aston Samarinda, Jumat (3/11).
Perlu diketahui, untuk mengatur dan sebagai tata kelola pengembangan perkebunan milik pekebun, pemerintah memerlukan STD-B (Surat Tanda Daftar Budidaya) sebagai dasar untuk menetapkan berbagai kebijakan usaha perkebunan bagi pekebun. Selain perkebunan, Pemkab Kutim juga membuka keran investasi untuk bidang pertambangan, pertanian, perbankan, pariwisata dan lainnya.
Sesaat setelah mendapatkan anugerah dari DPMPTSP Kaltim dalam Investment Award 2023, akhir Mei 2023, Kepala Dinas Teguh Budi Santoso kepada GPriority menyebut penghargaan itu tidak membuatnya berpuas diri, justru menjadi motivasi DPMPTSP Kutim untuk terus menambah investor masuk ke Kutim. Penghargaan itu diberikan karena nilai investasi Kutim berada di angka Rp. 12,48 T dari target Provinsi Kaltim senilai Rp. 54 triliun. Geliat investasi ini, jelasnya, mengantarkan Kutim menempati posisi 5 nasional (PMDN) dan Peringkat 10 PMA.
“Saat ini yang sudah masuk ke Kutim, Kobexindo Cement, Thiess, Pama, KPC dan perusahaan lainnya. Ke depan harus lebih daripada itu. Guna mewujudkannya, ada strateginya,” tuturnya. Strategi pertama dijelaskan oleh Teguh, mendorong investasi di bidang hilirisasi pertanian dan juga pariwisata. Dalam bidang pariwisata, diketahui terdapat potensi pariwisata di wilayah Kutim atau yang berada di sekitar KEK MBTK. Potensi pariwisata tersebut diantaranya : Goa Karst Ampanas ; Tirta Ampamas ; Pantai Birah-Birahan ; Hutan Lindung Wehea ; Pulau Miang ; Air Panas Batu Lepoq ; Goa Kongbeng ; Pantai Jepu-Jepu ; Danau Tebo ; Pantai Sekerat ; Hutan Taman Nasional Kutai serta Pantai Teluk Paris.
