Jakarta, GPriority.co.id – Menjelang Ramadan, setiap negara di dunia memiliki tradisi yang berbeda untuk menyambut bulan Suci bagi Umat Islam tersebut. Di Indonesia, tradisi yang paling kental ialah ziarah kubur.
Aktivitas ziarah kubur biasanya dilakukan beberapa hari sebelum bulan Ramadan. Mulai dari mengunjungi makam orang tua, kakek-nenek, hingga saudara yang telah berpulang.
Lantas, bagaimana pandangan Islam soal tradisi ziarah kubur jelang Ramadan?
Dilansir dari saluran YouTube Al-Bahjah TV pada Senin (16/2), Buya Yahya menjelaskan bahwa tradisi ziarah kubur jelang Ramadan memiliki makna yang baik, bukan sekadar kebiasaan turun-temurun.
Menurutnya, ziarah kubur sangat dianjurkan dan bernilai sunnah dengan catatan, tetap dilakukan sesuai adab dan ketentuan syariat Islam.
“Ziarah kubur hukumnya sunnah, itu sudah menjadi kesepakatan para ulama dan tidak ada perbedaan di dalamnya ini,” jelas Buya Yahya.
Selain untuk mengirim doa kepada orang-orang terkasih yang telah berpulang, ziarah kubur juga dapat mengingatkan kita kepada akhirat serta melembutkan hati kita. Sementara jika kita berziarah ke makam orang tua, hal tersebut menjadi bentuk bakti kita sebagai anak.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً
Artinya: Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah). (HR. Hakim).
Kapan Waktu Terbaik Untuk Ziarah Kubur?
Menurut Buya Yahya, ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja. Tidak ada ketentuan khusus terkait waktunya. Dalam artian, ziarah kubur boleh dilakukan sebelum Ramadan, setelah Ramadan, atau kapan pun itu.
“Inti ziarah adalah mendoakan dan mengingat mati, bukan untuk ritual yang memberatkan,” ungkapnya.
“Tidak ada pengecualian dari Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan ziarah kubur, wanita pun disunnahkan untuk melakukannya,” imbuh Buya Yahya.
