Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan United Nations Population Fund resmi meluncurkan Rencana Pelaksanaan Program Kerja Sama atau Country Programme Implementation Plan (CPIP) dari Program Kerja Sama Pemerintah RI dan UNFPA Siklus 11 (CP11) untuk periode 2026-2030.
Peluncuran berlangsung di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta pada Selasa (21/4).
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menyatakan, kerja sama dengan UNFPA menjadi sangat penting. Program kerja sama ini akan mendukung implementasi berbagai instrumen global yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia, termasuk SDGs, kesejahteraan, dan kesetaraan gender.
“Kementerian PPN/Bappenas sebagai government coordinating agency akan terus memastikan bahwa program kerjasama ini sejalan dengan prioritas nasional, serta memperkuat implementasinya melalui dukungan dari mitra pelaksana dan mitra strategis,” kata Rachmat.
Sementara itu, program CPIP ini merupakan bagian dari perjalanan panjang kerja sama antara pemerintah Indonesia dan UNFPA yang telah dimulai sejak 1972.
Memasuki siklus ke-11, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan kesehatan reproduksi dan seksual di Indonesia.
Perjalanan program kerja sama pemerintah RI dan UNFPA dari 1972 hingga 2026 kini memasuki fase baru dengan fokus yang lebih terarah dan strategis.
Dalam Siklus 11, terdapat empat output utama yang menjadi prioritas, yakni peningkatan kualitas layanan kesehatan seksual dan reproduksi, penguatan perencanaan serta penganggaran yang terintegrasi, pembangunan kependudukan, serta pencegahan dan respons terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.
Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, menegaskan bahwa fokus program dalam Siklus 11 mencakup penurunan angka kematian ibu, penurunan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta praktik berbahaya, serta peningkatan pemanfaatan data kependudukan untuk kebijakan berbasis bukti.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah RI dan UNFPA juga menargetkan pencapaian visi “Three Zeroes”, yakni menghapus kematian ibu yang dapat dicegah, menghapus kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi, serta menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan praktik berbahaya.
