Pemerintah Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Australia

Jakarta, GPriority.co.id– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan editor senior dari beberapa media Australia serta perwakilan Kedutaan Besar Australia di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (10/2). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam memperkuat wawasan mengenai hubungan Indonesia dan Australia, khususnya pada sektor-sektor strategis yang menjadi fokus kerja sama kedua negara.

Airlangga menyampaikan Indonesia secara fundamental berupaya menciptakan investasi baru serta meningkatkan iklim investasi untuk mendukung stabilitas makroekonomi yang kuat. Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu sebesar 5,03 persen dan ditargetkan sebesar delapan persen pada 2029. 

“Nilai – nilai ini mencerminkan keyakinan tinggi dari Pemerintahan yang baru di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap potensi pertumbuhan ekonomi berdasarkan fondasi yang kokoh. Tingkat kemiskinan dan pengangguran juga berada di titik terendah dalam lima tahun terakhir,” kata Airlangga, Selasa (11/2).

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia terhadap upaya aksesi Indonesia menjadi anggota dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) serta Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). 

“Pemerintah Indonesia meyakini bahwa keanggotaan Indonesia dalam OECD dan CPTPP akan berkontribusi pada peningkatan iklim investasi, mendorong transparansi kebijakan ekonomi, serta memperkuat daya saing Indonesia kancah global,” lanjut Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, para editor senior menyoroti peningkatan perdagangan bilateral yang pesat merupakan bukti kuatnya hubungan ekonomi antara kedua negara dan mempunyai potensi besar dikembangkan pada masa mendatang. 

“Indonesia mengembangkan ekosistem hilirisasi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morowali yang berfokus pada pemrosesan nikel, sementara Australia memiliki keunggulan dalam produksi lithium. Sinergi antara kedua negara sektor ini dapat menciptakan rantai pasok yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” kata Airlangga.

Isu lain yang turut dibahas terkait potensi kerja sama dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage serta hidrogen sebagai sumber energi bersih di masa depan. Adanya komitmen kedua negara terhadap transisi energi, sektor ini dinilai memiliki prospek kerja sama yang sangat strategis.

Sektor pariwisata, para editor media menyoroti destinasi wisata yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia mengingat saat ini Bali masih menjadi destinasi utama bagi wisatawan Australia. Menanggapi hal tersebut, Airlangga menjelaskan pemerintah sedang berkomitmen untuk memperluas destinasi wisata unggulan. 

“Indonesia tengah mengembangkan konektivitas penerbangan regional ke destinasi prioritas lainnya, seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Danau Toba. Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Australia serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Perekonomian.

Para editor senior yang hadir berasal dari media besar dan terkemuka di Australia, yang memainkan peran penting dalam pemberitaan dan pembentukan opini publik di Australia, khususnya dalam bidang ekonomi, bisnis, dan kebijakan nasional, antara lain dari The Australian, Sydney Morning Herald, Australian Financial Review, Australian Broadcasting Corporation (ABC), The Conversation, dan Business News. 

Foto: Dok. Kemenko Perekonomian