Pemkab Aceh Tamiang Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Pertanian

Aceh, Gpriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Aceh terus melakukan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Proses pemulihan lahan pertanian terdampak difokuskan pada pembersihan material lumpur, normalisasi saluran irigasi (primer hingga tersier), perbaikan pematang, dan pengolahan tanah.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yunus, SP mengatakan, pemerintah Aceh Tamiang terus menekan percepatan rehab sawah.

Saat ini, kata Yunus, progres rehabilitasi dan rekonstruksi sawah di Kabupaten Aceh Tamiang sudah mencapai sekitar 50 persen lebih.

“Mudah-mudahan setelah ini selesai para petani sudah bisa kembali lagi menanam padi,” kata Yunus melakukan peninjauan sawah yang telah dilakukan rehabilitasi di Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara seluas 10,32 Hektare. Selasa, (23/6).

Yunus memprediksi, kegiatan menanam padi sudah dapat dilakukan. Jika memungkinkan, panen sudah bisa dilakukan dipertengahan Oktober 2026 mendatang.

“Alhamdulillah para petani sudah bisa kembali menanam padi. Biasanya, hasil padi di wilayah ini bisa mencapai 8 hingga 9 ton padi per hektare,” ujarnya.

Yunus mengaku, sejak 2 tahun terakhir para petani di Aceh Tamiang tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk. Petani, kata dia, juga membelinya dengan harga standar dan relatif murah.

“Semoga upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang di masa Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi ini bisa mengembalikan kehidupan ekonomi masyarakat seperti sedia kala bahkan lebih baik lagi,” ujarnya.

Laporan : Zulfitra

Foto : Zulfitra