Jakarta, GPriority.co.id – Guna mencegah terjadinya kerancunan massal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, meminta para guru untuk mencicipi MBG (Makan Bergizi Gratis), sebelum dibagikan ke siswa.
Dijelaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya kasus keracunan makanan secara berulangan. Sebelumnya, kasus keracunan MBG telah terjadi di 4 SMP di Kapanewon Mlati, Sleman.
“Dinas Pendidikan sudah sering menyampaikan ke sekolah, kalau menerima MBG dari penyedia, tolong dicek, dicicipi, dipantau. Guru itu tugasnya seperti itu,” tegas Susmiarto sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Namun fakta di lapangan ditemukan jika beberapa guru juga mengalami gejala keracunan usai mencicipi MBG. Oleh karenanya, Pemkab Sleman akan memberlakukan SOP yang lebih tegas, supaya pencegahan dapat dilakukan secara konsisten.
Lebih lanjut Susmiarto menyebut jika Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Sleman akan dilantik pada minggu besok. Nantinya ketika sudah terbentuk, Pemkab Sleman akan kembali berkoordinasi dengan pihak BGN untuk menangani apabila kasus keracunan kembali terjadi.
“Kita komunikasikan seberapa jauh peran BGN yang di daerah. Sehingga kalau ada kasus, kami harus berbuat apa, BGN harus berbuat apa, sekolah harus berbuat apa,” jelasnya.
Ditarik mundur, Presiden Prabowo menyebut jika program MBG ditargetkan menjangkau hingga 20 juta anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ia bahkan mengklaim jika pencapaian berhasil diraih dalam waktu 7 bulan. Prabowo juga membandingkan dengan Brasil yang membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk memberikan 40 juta makanan bergizi.
“Dalam 7 bulan kita berhasil mencapai apa yang negara-negara lain butuh belasan tahun. Saya sudah jumpa dengan Mantan Presiden Brasil. Mereka butuh 11 tahun mencapai 40 juta Makan Bergizi Gratis tiap hari,” sebut Prabowo.
