Penampakan Gerbong KRL yang Berhasil Dievakuasi di Stasiun Bekasi Timur

Gerbong KRL yang berhasil dievakuasi pasca kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Gerbong KRL yang berhasil dievakuasi pasca kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Bekasi, GPriority.co.id – Proses evakuasi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, akhirnya berhasil dilakukan pada Rabu (29/4).

Upaya ini menjadi langkah penting dalam pemulihan operasional jalur kereta yang sempat terganggu akibat insiden tragis tersebut.

Terpantau langsung di lokasi, evakuasi difokuskan pada gerbong wanita yang mengalami kerusakan paling parah akibat benturan dengan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Gerbong tersebut berhasil dipindahkan ke sisi rel guna mempercepat normalisasi lintasan kereta.
Petugas gabungan menggunakan alat berat untuk mengevakuasi rangkaian yang rusak sejak Selasa (28/4) kemarin.

Proses ini dilakukan secara hati-hati karena kondisi gerbong mengalami deformasi cukup parah di bagian belakang yang merupakan titik utama benturan.

Terpantau GPriority, pada pukul 11.15 WIB, gerbong terlihat sudah berada di pinggir jalur dalam posisi miring dan ditutup terpal biru untuk pengamanan lokasi.

Setelah proses evakuasi korban selesai, fokus beralih pada pembersihan lokasi dan pemindahan gerbong. Area sekitar rel dipasangi garis polisi untuk menjaga sterilisasi dan menghindari kerumunan warga.

Kerusakan yang terlihat meliputi rangka gerbong yang ringsek, komponen pendingin udara yang terlepas, serta serpihan material yang berserakan di sekitar rel.

Evakuasi menjadi tantangan karena posisi gerbong yang sulit dijangkau serta risiko tambahan dari struktur yang tidak stabil.

Selain itu, perjalanan kereta di lintas Bekasi–Cikarang sempat mengalami gangguan besar, termasuk pembatalan dan pengalihan rute.

Dengan berhasilnya evakuasi gerbong KRL, jalur kereta diharapkan segera kembali normal. Pihak operator dan pemerintah juga tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Langkah perbaikan juga mencakup peningkatan keamanan operasional kereta serta penataan ulang sistem perlintasan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.