Jakarta, GPriority.co.id – Diabetes merupakan salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. Karena itu, bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil menjadi hal yang sangat penting.
Berbagai cara pun dilakukan agar kadar gula darah tetap normal, salah satunya dengan menghindari konsumsi makanan manis. Namun, dalam kondisi tertentu, mengonsumsi makanan manis terkadang dibutuhkan untuk memperbaiki suasana hati.
Meski demikian, pemilihan makanan manis tetap harus diperhatikan, yakni dengan memilih pemanis rendah kalori seperti stevia. Selama ini, stevia kerap dianggap aman untuk dikonsumsi.
Lantas, benarkah stevia aman dijadikan sebagai pengganti gula?
Dokter Gizi RS Cipto Mangunkusumo, Steffi Sonia, menjelaskan bahwa stevia merupakan pemanis rendah kalori yang terdiri dari dua bentuk, yaitu ekstrak dan daun. Menurutnya, stevia dalam bentuk ekstrak relatif aman dikonsumsi selama masih dalam batas wajar. Sementara itu, stevia dalam bentuk daun belum banyak diteliti.
“Mana sih yang lebih aman diantara keduanya, sebenarnya yang diekstrak. Karena sudah diteliti oleh FDA dan dikenali, dia punya kategori GRAS (Generally Recognized As Safe). Jadi secara umum aman dikonsumsi selama masih dalam batas kewajaran. Kalau bentuk daun, terus terang penelitiannya lebih sedikit, sehingga orang juga jadi tidak yakin untuk merekomendasikan apakah ini aman atau tidak,” ujar Steffi dalam diskusi bertajuk Gen Z & Diabetes: Hidup Santai, Sugar Rush Jangan Kebablasan, yang disiarkan secara langsung melalui Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (15/1).
Ia juga menyoroti anggapan bahwa bahan alami selalu lebih baik dan aman. Menurutnya, konsep “alami” sering kali disalahartikan dalam iklan atau tulisan populer.
“Kalau kita bicara konsep alami, ini menurut saya sering disalahgunakan. Banyak iklan atau ditulisan-tulisan populer, ini kan berbahan dasar alami, kalau alami berarti lebih bagus gitu ya, belum tentu. Belum tentu yang alami itu bagus. Kalau dalam konteks ini tanaman, dia kan tanamannya alami nih, nah tidak semua tanaman itu aman loh dimakan oleh manusia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Steffi menegaskan bahwa stevia tetap dikategorikan sebagai pemanis buatan. Penggunaannya diperbolehkan, terutama dalam bentuk ekstrak yang dinilai lebih aman. Namun, untuk konsumsi jangka panjang, efek sampingnya masih belum sepenuhnya diketahui.
“Kalau bisa kita beralih ke yang tawar-tawar saja gitu ya, tidak perlu yang manis. Tetapi kalau memang butuh untuk mengurangi lonjakan gula darah, atau mengurangi peningkatan berat badan, nah itu bisa digunakan secara jangka pendek saja,” pungkas Steffi.
