Jembatan Bailey Wih Kanis Akses Penghubung Dua Kecamatan di Bener Meriah Selesai Dikerjakan

Jembatan Bailey Wih Kanis Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah telah selesai dikerjakan dan sudah beroperasi kembali. Foto: istimewa/gpriority.co.id Jembatan Bailey Wih Kanis Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah telah selesai dikerjakan dan sudah beroperasi kembali. Foto: istimewa/gpriority.co.id

Aceh, GPriority.co.id – Jembatan Bailey Wih Kanis, Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, kini sudah kembali dapat dilintasi warga menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan, Syiah Utama dan Mesidah. Sebelumnya, akses terputus akibat jembatan hanyut sejauh kurang lebih 100 meter usai dihantam banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Proses perbaikan dilaporkan memakan waktu sekitar 21 hari. Dimana dalam pengerjaannya pemerintah daerah mengerahkan alat berat untuk menarik kembali struktur jembatan ke posisi semula.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, kepada wartawan mengungkap, meskipun jembatan utama telah berfungsi, mobilitas ke beberapa titik masih memiliki kendala, seperti; akses ke arah Samar Kilang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, tapi hanya bisa sampai ke Kampung Rusip.

Ilham mengungkap, salah satu kendala utama ialah karena adanya jembatan lain di Rusip yang masih terputus.

“Tapi untuk ke arah Mesidah sudah bisa diakses kendaraan roda dua dan empat,” kata Ilham, Rabu (14/1).

Tak hanya itu, Ilham menyebut kendala lain yang masih dihadapi hingga saat ini ialah listrik, dan itu masih menjadi tantangan besar di daerah itu, khususnya untuk beberapa desa di kecamatan, yakni Kecamatan Syiah Utama dan Mesidah.

Di Kecamatan Syiah Utama, kata Ilham, terdapat 14 kampung yang hingga sekarang listriknya masih padam. Salah satu penyebab utama adalah tiang listrik yang tumbang.

“Kecamatan Mesidah pemulihan sudah mencapai 80 persen. Namun tiga kampung masih gelap gulita. Kampung Perumpaken Benjadi, Hakim Peteri Pintu, dan Kampung Simpur,” katanya.

Kendati demikian, Ilham memastikan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah terisolasi di Kabupaten Bener Meriah sudah aman.

“Karena untuk jalur darat yang masih terbatas, menggunakan helikopter dalam menyuplai logistik, sehingga semua dapat teratasi,” ujarnya.

Editor: Dimas A Putra