Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan media sosial dihebohkan dengan munculnya isu dugaan korupsi pakan harimau yang dilakukan oleh penjaga di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).
Dalam postingan video yang beredar di TikTok, seekor harimau terlihat kurus hingga warganet pun menduga adanya praktik korupsi pakan oleh penjaga, hingga harimau dibiarkan dalam kondisi kelaparan.
Standar kesejahteraan hewan di ragunan pun kini menjadi tanya tanya besar. Namun usai viral, pihak ragunan pun memberi klarifikasi.
Kepala Humas TMR, Wahyudi Bambang, membantah adanya praktik korupsi pakan harimau. Menurutnya, tuduhan yang muncul adalah bentuk fitnah yang tidak berdasar.
“Kita secara tegas (mengatakan) itu adalah fitnah ya yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan pada Taman Marga Satwa atau Ragunan. Dan itu sepertinya memang fitnah yang terorganisir,” tegasnya sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA pada Selasa (18/11).
Bambang menyebut, video yang ramai beredar sudah pernah viral pada bulan Agustus lalu, kemudian diunggah kembali. Menurutnya, ini bukanlah tuduhan pertama kali. Ragunan juga pernah menghadapi kejadian serupa, namun yang disoroti adalah hewan beruang yang kurus.
Bambang menyebut, pola dan isu tuduhan selalu sama, seputar hewan Ragunan yang kurus. Ia sendiri mengaku tak tahu motif dibalik penyebaran isu yang tidak benar. Ia menilai, isu ini membuat nama Ragunan menjadi tidak baik di mata masyarakat.
Ia menuturkan, harimau di Ragunan selalu dicek secara berkala. Kebutuhan dan kesehatannya pun selalu terjaga. Saat dilakukan body conditioning score, hasilnya menunjukkan harimau tidak kurus. Masih nromal, bahkan di atas normal.
Untuk memastikan makanan harimau terpenuhi, Ragunan memberikan 5-7 kg daging per hari, tergantung ukuran hewan. Bambang menegaskan, pihaknya selalu melakukan pengecekan ualgn yang ketat setiap harinya.
“Kita selalu cek saat keluar. Dibuka kendaraan atau apa. Setiap petugas yang ke luar area, mau karyawan, mau pedagang, itu akan dicek. Keluarnya itu dicek kendaraan ataupun tas yang dicek. Jadi itu saya bilang, tidak dilakukan oleh petugas kami ya, karena pengecekan kami sangat ketat ya oleh petugas security kami,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut memastikan tidak ada praktik pengurangan jatah makan hingga menyebabkan satwa sakit dan kurus. Ia mengaku telah melakukan pengecekan secara langsung dan tidak ditemukan adanya pelanggaran.
“Kalau berani ngambil makanan anak harimau saya, harimaunya tak keluarin nanti,” kelakar Anung.
