China, GPriority.co.id – Dalam pengumuman yang dibuat setelah pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Stramer, dan Presiden China, Xi Jinping, pihak China mengizinkan warga negara Inggris untuk melakukan perjalanan ke negara tersebut tanpa visa hingga 30 hari.
Pertemuan pada Kamis (29/1) kemarin, menjadi pertama kalinya pemimpin Inggris mengunjungi China dalam delapan tahun terakhir. Pertemuan Stramer dengan Xi Jinping juga menghasilkan kesepakatan pemotongan pajak impor wiski Inggris dari 10 menjadi 5 persen.
Lewat kesepakatan tersebut, pemerintah berupaya mempererat hubungan perdagangan dengan Beijing, guna membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Meski belum ada tanggal pasti kapan perjanjian visa ini akan berlaku, tetapi pemerintah berharap hal ini akan terjadi sesegara mungkin.
Setelah pengumuman tersebut, ratusan ribu warga Inggris berpotensi mendapatkan manfaat dari hak istimewa sementara ini. Terutama jika melihat data di tahun 2024, sekitar 620.000 warga Inggris melakukan perjalanan ke China, menurut Kantor Statistik Nasional.
Sementara itu, Downing Street mengatakan bahwa langkah ini akan menyelaraskan Inggris dengan 50 negara lain, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Australia, dan Jepang.
Perdana Menteri Inggris mengatakan langkah ini akan mempermudah bisnis untuk berekspansi di China.
“Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, bisnis telah lama menginginkan cara untuk memperluas jejak mereka di China,” katanya.
Ia kemudian menambahkan, “Kami akan mempermudah mereka untuk melakukannya, termasuk melalui aturan visa yang lebih longgar untuk perjalanan jangka pendek, mendukung mereka untuk berekspansi ke luar negeri, sekaligus meningkatkan pertumbuhan dan lapangan kerja di dalam negeri.”
