PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN PASER UNTUK AKSESIBILITAS MASYARAKAT

Pembangunan infrastruktur daerah menjadi suatu hal vital yang wajib dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) guna memajukan wilayah dan masyarakatnya. Di tahun 2018 Kabupaten Paser tengah berikhtiar untuk membangun daerahnya menjadi lebih baik melalui percepatan pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, air bersih, hingga perumahan.

 Perkembangan infrastruktur di Kabupaten Paser secara menyeluruh mulai dari air bersih, saluran normalisasi irigasi pedesaan, sarana publik, jalan di desa yang menuju kecamatan dan lain sebagainya, Dan semuanya sedang ditangani pada saat ini,” tutur Drs. H. Yusriansyah Syarkawi, M.Si, Bupati Paser.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Paser tengah fokus pada pembangunan jalan dan jembatan. Menurutnya hal itu merupakan hal yang cukup krusial, mengingat kondisi jalan-jalan yang ada di desa untuk menuju kecamatan dinilai cukup parah.

“Geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat itu dari kelapa sawit. Jadi jalan-jalan yang menghubungkan dari desa sangat dibutuhkan untuk masyarakat mengangkut hasil tani, kelapa sawit dan lain sebagainya. Jalan-jalan ini masih tanah dan berbatu jadi kita tingkatkan dengan aspal dan mungkin sedikit dicorbeton,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Bappeda Muksin SS, MA. Menurutnya, untuk membuka keterisoliran desa, yang paling menonjol saat ini adalah kegiatan tanggap darurat jalan dan jembatan. Untuk jalan-jalan desa, akses dari desa kekecamatan, bisa terbuka melalui program tanggap darurat jalan dan jembatan.

Di program tersebut, menurut Muksin, memang tidak mengubah status jalan, “Tetapi kami harapkan itu bisa dapat paling tidak membuat kondisi jalan itu menjadi lebih mantap. Artinya, bisa dapat dilalui oleh masyarakat, sehingga, alat-alat berat dapat melaju tanpa hambatan, terutama di musim penghujan seperti ini. Supaya masyarakat tidak lagi terisolir di desanya, dan bisa sampai ke ibukota kecamatan.”

Dalam hal akses jalan raya bagi masyarakat, Muksin mengaku pihaknya memang masih memiliki sejumlah program yang masih belum bisa dimaksimalkan karena adanya berbagai kendala. Salah satunya medan jalan yang cukup panjang. “ Yang masih menjadi PR bagi kami adalah jalan Kerang sampai ke Tanjung Harapan. Karena jaraknya yang hampir 90 km lebih, itu masih belum bisa kita maksimalkan di situ,” ungkapnya.

Jalan sebagai salah satu infrastruktur vital bagi suatu daerah, tak dipungkiri, dalam pembangunannya memang membutuhkan waktu dan prosedur yang tak mudah. “Yang sudah ada akan kita tingkatkan dan diperbaiki. Jalan yang sudah parah untuk dilalui mobil kita keruk dan ditingkatkan dengan dicor sehingga kendaraan roda empat bisa masuk. Kalau hanya tanah dan batu saja sudah pasti tidak akan tahan lama, 3 bulan juga sudah hancur,” jelas Bupati Paser.

Polemik, Target, dan Harapan Untuk Paser

Memasuki tahun ketiga pemerintahan Bupati Kabupaten Paser Yusriansyah Syarkawi, berbagai upaya telah dilakukan untuk membangun kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur ini. Bukan tidak mungkin, keluhan dari masyarakat untuk mendapatkan akses dan fasilitas dari pemda terus mengalir.

Bachtiar mengaku, hampir tiap minggu, pihaknya mendapati sejumlah laporan dan keluhan yang ditujukan kepada pihak Bupati dan DPRD. “Keluhan mereka inilah yang perlu ditindaklanjuti. Yang menjadi kendala adalah anggaran kita terbatas, sehingga tidak semua bisa ditanggani pemerintah daerah. Yang pasti mana yang terlebih dahulu harus ditangani dan menjadi prioritas,” tuturnya.

Untuk itu, pemda Kabupaten Paser terus mengupayakan kerjasama dengan berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dapat segera terwujud. Salah satunya kerjasama dengan pihak pemerintah pusat. “(Dari pemerintah) pusat ada dana DAK (Dana alokasikhusus) yang diperuntukkan pembangunan jalan, air minum dan irigasi, Cuma dananya tidak begitu besar. Kecil sekali kontribusinya padahal masih banyak yang harus kita benahi jalan-jalan di desa,” ungkap Bachtiar.

Bachtiar menambahkan, untuk pembangunan jalan sendiri, di tahun 2018-2019, pihaknya sudah menangani sejumlah jalan melalui dana APBD kebupaten. Terlepas dari itu, pihaknya juga telah membentuk Satgas PU. “Untuk kegiatan rehabilitasi berjalan, supaya cepat dilakukan kita juga sudah membentuk Satgas PU. Sehingga tanpa menunggu APBD, sudah bisa dilaksanakan oleh Dinas PU melalui proses tersebut,” lugasnya.

Untuk ketersediaan air bersih dan perumahan, pemda Kabupaten Paser sudah melakukan sejumlah target dan perencanaan dalam mewujudkan infrastruktur tersebut secara merata keseluruh desa. “Kemudian untuk air minum, air bersih, itu kita sudah melakukan penanganan-penangan. Untuk di 2018 ini, kita fokus kepada penanganan Kecamatan Pasir Blengkong. Sudah hampir 55% kita aliri PDAM maupun non-PDAM. Untuk 2019, itu fokus kita di kecamatan Batu Engau,” kembali Bupati Paser menuturkan.

Tidak hanya itu, dalam sektor perumahan bagi masyarakat. Beliau beserta pihaknya telah menyiapkan program Rumah Layak Huni. “Untuk dana APBD, kita lakukan untuk Rumah Layak Huni, 140 unit ( 3 tahun terakhir ini). Di tambah, untuk rumah layak huni korban kebakaran, kita mengadakan hampir 40 unit rumah per tahunnya.

“Sesuai dengan LPJMN, mudah-mudahan di tahun 2019, SPM (standar pelayanan minimum) 81% air bersih bisa tercapai,” ungkapnya. Beliau juga berharap melalui proses penataan yang sudah berjalan, kapasitas dan peningkatan dari PDAM, dapat berkembang mulai dari 5 liter per detik menjadi 15 liter per detik.

Tak berbeda jauh dengan Bupati Paser, Muksin SS.MA Kepala Bappeda pun berharap agar pemerintah pusat semakin memberi dukungan terhadap sejumlah program percepatan pembangunan di KabupatenPaser, terutama dalam hal pendanaan. “Pertama kita bekerja dengan dana yang mencukupi, kalau dari pusat mendukung dana yang cukup besar mungkin bisa terselesaikan dengan cepat, karena dengan dana yang cukup terbatas pada saat ini daerah sudah cukup maksimal menanganinya,” harapnya.

Sementara itu, saat mengunjungi Desa Muara Adang Kecamatan Long Ikispada September lalu, Yusriansyah juga mengaku bahwa selama ini pihaknya selalu ingin memenuhi semua harapan warganya. Beliau menegaskan, walau dengan anggaran yang terbatas, tak lantasmembuatnya beserta jajaran mudah menyerah. “Pembenahan jalan terus diupayakan. Yang menjadi tanggung jawab Pemkab Paser. Dan untuk merealisasikannya, beberapa ruas jalan kita tangani dengan pola tahun jamak,” pungkasnya. ##

Related posts

Leave a Comment