Radjak Hospital Salemba: Pertahankan Citra Setelah Berubah Nama

dr. Ali Martomo, Direktur Radjak Hospital Salemba, saat diwawancarai langsung oleh GPriority beberapa waktu lalu/Foto : Dok. GPriority (Rizky Dimuharram) dr. Ali Martomo, Direktur Radjak Hospital Salemba, saat diwawancarai langsung oleh GPriority beberapa waktu lalu/Foto : Dok. GPriority (Rizky Dimuharram)

Jakarta, GPriority.co.id – Radjak Hospital Salemba merupakan salah satu rumah sakit besar di Ibu Kota Jakarta. Sebelumnya, rumah sakit ini lebih dikenal dengan nama RS MH Thamrin. Namun perubahan nama dilakukan secara bertahap sekitar tahun 2019 lalu.

Hampir 50 tahun lamanya, Radjak Hospital Salemba telah melayani pasien. Awalnya, rumah sakit ini merupakan sebuah klinik yang dibangun di tahun 1981, sebelum beroperasional sebagai rumah sakit spesialisasi terlengkap di Jakarta Pusat pada tahun 1998.

“Alhamdulillah, saat ini kami melayani pasien BPJS dan pasien non-BPJS, berikut juga dengan pasien-pasien asuransi lainnya dengan kapasitas rumah sakit kami itu sekitar 200 bed dan terdiri dari 50 dokter spesialis dan 24 poliklinik spesialistik,” jelas dr. Ali Martomo, Direktur Radjak Hospital Salemba kepada GPriority.

Hingga saat ini beberapa layanan unggulan di Radjak Hospital Salemba diantaranya seperti Lung Intervention, Digestive Center, Orthopedic dan Traumatic Center, Dental Center, serta Child and Mom Care.

“Lambat laun mungkin beberapa masyarakat masih identik dengan rumah sakit MH Thamrin. Tapi setelah kami melakukan branding, kemudian rumah sakit kami juga mengadakan promosi dan sosialisasi bahwa kami sudah berubah nama, lambat laun masyarakat mengenal dengan Rumah Sakit Abdul Radjak Salemba,” ungkap dr. Ali Martomo.

Selain itu, untuk mempertahankan citra positifnya setelah berubah nama, Radjak Hospital Salemba pun turut serta meningkatkan pelayanan untuk pasien. Tujuan utamanya untuk memberikan efek yang lebih positif, serta membuat pasien nyaman untuk berobat. Tak terkecuali dari sisi peralatan medis-nya.

“Ya, peralatan disini kami memiliki CT Scan 160 slice, kemudian kami juga memiliki panoramik dengan radiologi dan alat-alat canggih lainnya seperti panoramic, cath lab,” ujar dr. Ali Martomo.

Selain itu, Radjak Hospital Salemba juga sudah bekerja sama dengan BPJS, terutama untuk menjalankan program pemerintah.

“Penambahan layanannya seperti layanan onkologi, karena kebutuhan pasien-pasien yang menderita kanker juga cukup tinggi, sehingga ke depan akan kami kembangkan untuk terapi-terapi kanker dan lain sebagainya. Ya, intinya terus berkembang untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat,” harapnya.

Untuk layanan baru di Radjak Hospital Salemba, layanan orthopedi, dapat ditangani mulai dari tingkat ringkat hingga berat. Begitu pun dengan digestive center yang memiliki dokter subspesialis digestive dan bertugas menangani kasus masalah pencernaan dengan alat-alat canggih seperti endoskopi dan laparoskopi. Selain itu, tersedia juga layanan terapi seperti untuk pasien yang ingin memiliki bobot tubuh yang proporsional, serta dokter bedah saraf.

“Harapan kami ke depan, bahwa Rumah Sakit Dr. Abdullah Radjak Salemba sudah melayani selama 50 tahun, dan kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas mutu layanan kami agar masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa merasakan pelayanan kami dengan ramah, nyaman, dan tentunya bersahabat,” harap dr. Ali Martomo di akhir sesi wawancara bersama GPriority.