Pusat Data Nasional Diserang Hacker, Apa Dampaknya untuk Masyarakat?

Jakarta, GPriority.co.id – Pusat Data Nasional (PDN) milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini menjadi target serangan siber ransomware yang menggemparkan. Pelaku serangan ini meminta tebusan sebesar US$8 juta atau setara dengan Rp131 miliar.

Serangan ini bukan hanya mengganggu layanan publik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan data pribadi masyarakat. Apa dampak yang mungkin ditimbulkan dari serangan ini? Berikut GPriority telah merangkum beberapa dampak yang mungkin terjadi di masyarakat atas serangan siber ini.

Gangguan Layanan Publik

Layanan publik seperti pengurusan paspor dan visa, e-KTP, dan sistem perpajakan mengalami gangguan, sehingga menghambat aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Proses pengurusan dokumen penting menjadi tertunda, menimbulkan antrean panjang, dan frustrasi bagi masyarakat.

– Kerugian Finansial

Gangguan pada sistem perpajakan dapat menyebabkan keterlambatan pelaporan pajak dan potensi sanksi bagi wajib pajak. Hal ini dapat berakibat pada kerugian finansial bagi individu dan perusahaan.

– Ketidaknyamanan dan Kecemasan

Masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengakses layanan publik yang terganggu. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan dan frustrasi. Selain itu, terdapat kekhawatiran besar terkait dengan potensi kebocoran data pribadi akibat serangan ini. Kebocoran data dapat membahayakan identitas dan keamanan finansial masyarakat.

Untuk mencegah dampak tersebut, Pemerintah juga melakukan upaya pemulihan secepatnya. Kominfo bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memulihkan layanan publik yang terdampak sesegera mungkin. Upaya ini penting untuk meminimalkan gangguan dan memastikan masyarakat dapat kembali mengakses layanan yang dibutuhkan.

Selain itu, Kominfo juga berencana meningkatkan keamanan siber PDN untuk mencegah serangan serupa di masa depan. Hal ini perlu dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah yang lebih komprehensif, seperti memperkuat infrastruktur keamanan siber, meningkatkan edukasi dan pelatihan bagi staf PDN dan masyarakat mengenai keamanan siber dan memperkuat kerjasama antar instansi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas untuk membangun ekosistem keamanan siber yang kokoh.

Masyarakat juga perlu mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi diri dari serangan siber. Dengan upaya bersama, kita dapat membangun ruang digital yang lebih aman dan terpercaya bagi semua.

Foto: DC_Studio/Envato