Rahasia Dibalik Tumbuhnya Uban: Pertahanan Alami Terhadap Kanker

Rahasia Dibalik Tumbuhnya Uban: Pertahanan Alami Terhadap Kanker/Foto : Ilustrasi Dok. iStock Rahasia Dibalik Tumbuhnya Uban: Pertahanan Alami Terhadap Kanker/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Tumbuhnya uban atau rambut putih, seringkali dianggap mengganggu penampilan. Tak sedikit orang yang mencoba menutupinya dengan cat rambut.

Namun mungkin hasil penelitian ini dapat mengubah stigma negatif anda tentang uban. Sebagaimana dilansir dari laporan NY Post pada Rabu (29/10), tumbuhnya rambut putih tersebut ternyata berperan penting dalam melawan penyakit mematikan.

Para peneliti mengklaim bahwa salah satu tanda penuaan tersebut justru dapat berguna sebagai pertahanan alami terhadap kanker. Diterbitkan di Nature Cell Biology, para meneliti melihat bagaimana sel induk folikel rambut merespons kerusakan DNA dan menemukan hubungan yang mengejutkan antara uban dan melanoma.

Perlu diketahui, stres yang disebabkan dari berbagai hal baik internal maupun eksternal, dapat merusak DNA kita. Kerusakan tersebut kemudian menyebabkan penuaan hingga risiko kanker.

Warna alami rambut sendiri ditentukan dengan melanin, pigmen yang diproduksi oleh sel-sel khusus yang disebut melanosit. Lalu ketika rambut kita beruban, hal tersebut disebabkan oleh penurunan jumlah melanosit secara bertahap pada folikel rambut kita.

Sementara itu, para peneliti di Universitas Tokyo melakukan studi terbaru dengan menggunakan tikus untuk melihat bagaimana McSC merespons berbagai jenis kerusakan DNA. Mereka menemukan McSC merespons dengan dua cara, berdiferensiasi dan keluar dari sistem (yang menyebabkan uban), atau terus membelah hingga berisiko menyebabkan perkembangan tumor.

Tumbuhnya uban menjadi pertanda bahwa anda berhasil terhindar dari pertumbuhan melanoma. Tim peneliti pun menyebut perlunya melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara kanker kulit seperti melanoma dengan rambut beruban.

Melanoma sendiri dianggap sebagai jenis kanker kulit yang paling berbahaya karena potenisnya yang tinggi untuk menyebar ke bagian tubuh lain, apabila tidak terdeteksi dan diobati sejak dini.

Sel melanoma bekerja beda dari sel kanker kulit lainnya. Dengan cepat, sel melanoma akan menyebar ke organ dan jaringan lain melalui aliran darah dan sistem limfatik.

Risiko melanoma pun dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Rata-rata orang Amerika yang terdiagnosis kanker melanoma berusia 66 tahun. Kendati demikian, melanoma merupakan salah satu kanker paling umum pada orang di bawah usia 30 tahun, terutama wanita muda. Selain itu, orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan juga dapat menghadapi risiko lebih tinggi karena seringnya terpapar sinar matahari.