Rekor MURI untuk Sanitasi Masyarakat Sumbawa Barat

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai satu-satunya kabupaten yang mampu menuntaskan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Indonesia.

Rekor MURI tersebut langsung diserahkan oleh perwakilan Manajemen MURI, Andre Purwandono, di Resto Hanipati Kecamatan Taliwang, Kamis (14/10/21).

“Rekor hari ini adalah rekor baru, yang mana MURI belum pernah mencatat kabupaten di Indonesia yang berhasil tuntaskan lima pilar STBM, dan KSB mencapainya,” katanya.

Lima pilar STBM meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin mengucapkan syukur atas pencapaian KSB masuk rekor MURI sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil menuntaskan lima pilar STBM.

“Rekor ini untuk semua masyarakat KSB, kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama ini mensukseskan STBM,”imbuhnya.

Ia mengungkapkan rekor MURI ini diraih selama kurang lebih tujuh tahun dari sekitar tahun 2015 hingga 2021. Pada tahun 2015 hingga tahun 2020 pihaknya menuntaskan tiga, lalu kemudian tahun 2021 menuntaskan dua pilar.

Bupati bercerita di tahun pertama, pilar pertama yang dikejar adalah tuntas buang air besar sembarangan atau open defication free (ODF), dengan memberikan subsidi pembangunan jamban yang dilakukan secara gotong royong.

Pada tahun kedua, Pemda KSB meningkatkan status jamban yang sebelumnya dibangun tersebut menjadi jamban yang memiliki standar sanitasi aman.

“Untuk merubah seluruh jamban di KSB memiliki standar sanitasi aman itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 48 Miliar, itu program dari pusat,”lanjutnya.

Adapun untuk mempertahankan pencapaian tuntas lima pilar STBM, pihaknya akan terus berupaya degan melakukan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat. Menurut Bupati, ada dua pilar yang harus terus diedukasi, yaitu pilar ke empat pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pilar ke lima pengelolaan sampah rumah tangga.

Sementara pilar satu, dua dan tiga, masyarakat pasti akan tetap melaksanakannya karena tiga pilar tersebut berhubungan langsung dengan kesehatan diri sendiri.

“Pilar 1, 2 dan 3 Insyaallah masyarakat pasti dapat mempertahankannya, tetapi pilar ke – 4 dan 5 ini yang harus terus diedukasi,” ujarnya.

Untuk mempertahankan pilar ke – 4 dan 5 tersebut, pemda akan memindahkan resapan individual warga ke resapan komunal. Kemudian mobil pengangkut sampah juga akan disiapkan untuk mengangkut sampah setiap waktu serta menyediakan tempat pembuangan akhir. (Dw.foto.dok. Humas KSB).

Related posts