Jakarta, GPriority.co.id – Singapura merupakan salah satu negara di ASEAN yang mendapatkan predikat sebagai negara maju.
Predikat tersebut didapat oleh Singapura karena kekuatan perekonomiannya.
Jika anda belum mengetahuinya, Singapura merupakan negara yang tak memiliki hasil tambang.
Bahkan negara Singapura juga hanya memiliki sedikit Sumber Daya Alam, dan sangat bergantung pada impor.
Beberapa hal yang membuat negara Singapura menjadi negara maju, salah satunya kualitas SDM yang unggul.

Negara Singapura mengandalkan sektor industri dan jasa untuk meningkatkan penghasilan negara.
Singapura bergantung pada keterampilan SDMnya, dalam mengolah dan mengembangkan kegiatan ekonomi.
Selanjutnya, Singapura juga memiliki lokasi yang strategis. Perairan negara Singapura menjadi jalur persilangan lalu lintas dunia.
Bahkan, pelabuhan di Singapura menjadi salah satu pelabuhan yang paling tersibuk dan terpadat di dunia.
Karena memiliki lokasi yang strategis, Singapura dapat dengan mudah untuk mengimpor kebutuhannya dan mengekspor hasil industrinya.
Faktor lain yang menjadikan negara Singapura menjadi negara maju, adalah karena Singapura tidak toleransi terhadap korupsi.
Singapura mempunyai Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) yang bertugas menindak korupsi sejak 1952 silam.
Karena ketegasannya akan kasus korupsi, Singapura bahkan menempati urutan pertama sebagai negara yang paling bersih dari korupsi nomor 1 di Asia.
Untuk tingkat dunia, Singapura menempati peringkat 5 sebagai negara yang paling tidak korupsi.
Sukses Berantas Korupsi, Buat Singapura Jadi Negara Maju
Karena berhasil memberantas korupsi, Singapura mendapat berbagai dampak positif, diantaranya seperti :
- Kondisi politik yang stabil,
- Lingkungan bisnis yang ramah investor,
- Sektor publik yang efisien dan kompeten,
- Serta menjadi negara paling bahagia di Asia Tenggara.

Sementara jika dibandingkan dengan Singapura, Indonesia berada pada peringkat yang sangat jauh dibandingkan Singapura.
Indonesia tercatat berada pada peringkat 115 dari 180 negara, dengan skor 34 pada Indeks Persepsi Korupsi (2024).
Indonesia juga dikenal sebagai negara yang tak ramah investor, salah satunya terkait masalah perizinan.
Foto : Singapore Country
