Jakarta, GPriority.co.id – Wacana pemotongan gaji menteri sebesar 25 persen masih belum diputuskan. Pemerintah memastikan rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat.
“Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini,” ucap Sekertaris Kabinet Teddy Indra Jaya, Selasa (7/4).
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai rencana pemotongan gaji para menteri di kabinet.
Teddy juga mengarahkan agar pertanyaan lebih lanjut ditujukan kepada pihak yang pertama kali mengemukakan wacana tersebut.
“Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?” kata Teddy.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak keberatan dengan wacana tersebut. Namun, ia menegaskan tetap menunggu keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau (pemotongan gaji) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa,” kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4).
Purbaya bahkan memperkirakan besaran pemotongan gaji menteri dapat mencapai 25 persen.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran yang lebih luas. Kementerian Keuangan berencana menetapkan langsung persentase pemotongan belanja kementerian dan lembaga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3).
Ia menjelaskan, efisiensi akan difokuskan pada program-program yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan atau memiliki akselerasi lambat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik, wacana pemotongan gaji pejabat negara disebut sebagai bentuk solidaritas dalam penghematan anggaran.
