Jakarta, GPriority.co.id – Meninggalnya dokter muda lulusan Universitas Indonesia (UI), Andito Mohammad Wibisono (26), akibat penyakit campak pada Kamis (26/3) lalu, membuat masyarakat semakin waspada. Tak sedikit yang kini mulai mencari tahu cara mencegah penyakit tersebut.
Lantas, bagaimana cara mencegah agar tidak terserang penyakit campak?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah campak. Pertama, rutin melakukan imunisasi campak. Kedua, memberikan ASI guna melindungi bayi dari infeksi. Ketiga, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan. Keempat, rutin mendisinfeksi benda dan permukaan di rumah. Kelima, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, serta berolahraga secara teratur.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan.
Ia mengatakan, capaian imunisasi nasional terus ditingkatkan untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah tersebut.
“Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” ujar dr. Andi, dikutip dari Kemenkes RI, Minggu (29/3).
dr Andi menambahkan, Kemenkes terus memperkuat imunisasi rutin, imunisasi kejar, serta imunisasi tambahan di wilayah dengan cakupan rendah.
Sementara itu, Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti, menekankan pentingnya memantau data imunisasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Secara nasional capaian imunisasi MR sudah melampaui target, tetapi kasus campak masih bisa terjadi jika ada desa atau wilayah tertentu yang cakupannya rendah. Kantong-kantong inilah yang harus menjadi fokus pencegahan,” jelas dr. Mulya.
Selain imunisasi, pemerintah juga terus mendorong edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala campak.
