Strategi Garbarata, Cara Ali Mazi – Lukman, Membangun Sultra

GPRIORITY.CO.ID. Kendari —Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar ekspose tiga tahun kepemimpinan Gubernur Sultra Ali Mazi bersama wakilnya, Lukman Abunawas, di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Kota Kendari, Senin (6/9/2021).

Ekspose disampaikan kepada sejumlah pejabat Forkopimda Pemprov Sultra, antaranya ; Anggota DPD RI, Ketua DPRD Sultra, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Bupati/Wali Kota se-Sultra, pihak kepolisian dan TNI, serta sejumlah tamu lainnya.

Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam sambutannya di acara ekspose tiga tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra 2018-2023 ini berharap dalam masa kepemimpinan ini, dapat memberikan respons terhadap penyelenggaraan Pemerintahan, kebijakan pembangunan, dan pelayanan publik agar menjadi umpan balik untuk menjadikannya sebagai langkah perbaikan pada tahun-tahun berikutnya.

“Periode kedua ini, saya bersama Bapak Lukman Abunawas, mengusung visi pembangunan daerah terwujudnya Sultra yang maju dan bermartabat. Visi pertama Sultra berbudaya dan beriman, kedua Sultra cerdas, ketiga Sultra sehat, keempat Sultra produktif, dan kelima Sultra peduli kepemimpinan, yang diupayakan dengan konsep strategi pendekatan, gerakan akselerasi pembangunan daratan dan lautan (Garbarata)” ungkapnya dalam sambutannya.

Di periode ke II pasangan Ali Mazi – Lukman AN (AMAN) menetapkan beberapa program unggulan yang terus berjalan dengan baik walaupun berada dalam kondisi pandemi, di antaranya, pembangunan jalan Kendari-Toronipa 14,6 KM. untuk mendukung kawasan tersebut sebagai kawasan wisata terpadu, Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah yang masih berlangsung, hingga perpustakaan modern bertaraf internasional yang sudah mencapai tahap akhir.

Perekonomian Sultra Berangsur Pulih
Ali Mazi menjelaskan, jika perekonomian Sultra sempat mengalami penurunan yang disebabkan akibat pandemi Covid-19. Di mana pada tahun 2020, perekonomian Sultra mengalami kontraksi sebesar 0,65 persen, angka ini merupakan capaian terendah selama tiga tahun terakhir. Membandingkan angka perekonomian pada lima tahun sebelum Covid-19, pertumbuhan perekonomian selalu berada di atas rata-rata angka Nasional, dengan nilai di atas enam persen / tahun, ungkap Ali Mazi lagi.

Ia menjelaskan, meski demikian, ekonomi Sultra pada triwulan dua 2021, berangsur pulih, sehingga dapat tumbuh s 4,21 % lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada triwulan dua t2020 yang mengalami kontraksi 2,59 %” jelasnya.

Diukuran ketimpangan, Sultra termasuk dalam kategori sedang. Di mana angka kemiskinan turun dari 11,32 % menjadi 11 % pada 2018. Namun karena pandemi, persentasenya kembali meningkat 66 % atau sebesar 318,700 ribu orang (Maret 2021) Kondisi ini terjadi karena banyak penduduk yang kehilangan pekerjaan sehingga rentan miskin, dan ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Indikator-indikator ini memberikan pesan bahwa pandemi sangat memukul pertumbuhan, sehingga perlu dijawab melalui program dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bagi kami kekurangan dan kelemahan dalam waktu tiga tahun yang lalu, adalah pekerjaan rumah untuk lebih giat dalam membangun daerah dalam waktu dua tahun mendatang,” tutur Ali Mazi.

Strategi pembangunan Sultra dilakukan melalui gerakan pembangunan terpadu wilayah daratan dan lautan/kepulauan, strategi ini dikenal dengan sebutan Garbarata.(**)

Related posts