Jakarta, GPriority.co.id – Banyak orang mengira rasa lelah akan hilang setelah tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang tetap merasa mengantuk, lesu, dan kekurangan energi meski telah mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Menurut sejumlah ahli kesehatan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah lain yang memengaruhi kualitas istirahat maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sebuah ulasan yang dimuat YourTango mengungkap sedikitnya delapan alasan tersembunyi yang membuat seseorang terus merasa kelelahan.
Salah satu penyebab paling umum adalah gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea. Banyak penderita gangguan tidur tidak menyadari bahwa kualitas tidur mereka terganggu meski durasinya terlihat cukup. Akibatnya, tubuh gagal mencapai fase tidur nyenyak yang diperlukan untuk pemulihan energi.
Selain itu, alergi juga dapat menjadi pemicu kelelahan berkepanjangan. Menurut penjelasan yang dikutip YourTango dari Cleveland Clinic, peradangan yang muncul saat tubuh bereaksi terhadap alergen dapat menyebabkan rasa lemas, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur yang berujung pada kelelahan di siang hari.
Pola makan yang buruk juga berperan besar. Terlalu banyak makan, terlalu sedikit makan, atau sering mengonsumsi makanan rendah nutrisi dapat membuat tubuh kekurangan energi. Nutrisi yang tidak seimbang bahkan dapat memicu defisiensi vitamin dan mineral penting yang berkaitan dengan rasa lelah kronis.
Faktor berikutnya adalah stres. Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan memiliki hubungan erat dengan tingkat stres yang dirasakan seseorang. Ketika tubuh dan pikiran terus berada dalam kondisi tertekan, energi terkuras lebih cepat dan kualitas tidur ikut menurun.
YourTango juga menyoroti infeksi virus atau bakteri sebagai penyebab yang sering diabaikan. Saat tubuh melawan penyakit, energi akan difokuskan untuk proses pemulihan sehingga seseorang merasa lebih cepat lelah. Risiko ini bahkan dapat berlangsung lebih lama pada kasus infeksi kronis.
Selain itu, depresi dan gangguan kesehatan mental dapat menimbulkan kelelahan ekstrem. Artikel tersebut menjelaskan bahwa depresi bukan hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga kualitas tidur, konsentrasi, dan tingkat energi seseorang.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah efek samping obat-obatan tertentu, dehidrasi, hingga kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin B12, vitamin D, dan magnesium. Para ahli menegaskan bahwa rasa lelah yang terjadi terus-menerus bukanlah kondisi normal dan sebaiknya tidak diabaikan.
“Jika Anda terus-menerus kesulitan membuka mata di siang hari dan merasa kelelahan yang dialami lebih dari sekadar rasa kantuk biasa, pertimbangkan penyebab lain selain kurang tidur sesekali,” tulis YourTango dalam laporannya.
Para pakar menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila rasa lelah berlangsung dalam jangka panjang. Dengan menemukan penyebab yang mendasarinya, seseorang dapat memperoleh penanganan yang tepat dan kembali mendapatkan energi yang optimal setiap hari.
