Temuan Mengejutkan dari Cek Kesehatan Gratis: Jantung Bocor pada Bayi hingga Gigi Rusak pada Balita!

Jakarta, GPriority.co.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah bukan hanya berhasil menjangkau jutaan warga, tetapi juga mengungkap berbagai masalah kesehatan serius di berbagai kelompok usia, dari bayi hingga lansia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dari hasil pemeriksaan kesehatan massal ini ditemukan sejumlah isu yang memprihatinkan. Pada bayi, terdeteksi tingginya kasus jantung bawaan atau jantung kongenital. Sementara itu, balita banyak mengalami kerusakan gigi. Di kalangan dewasa dan lansia, hipertensi serta diabetes menjadi masalah dominan.

“Lewat CKG kita bisa mendeteksi lebih awal. Bayi dengan jantung kongenital itu cukup tinggi. Balita juga banyak yang punya masalah gigi. Dewasa, hipertensi dan diabetes. Jadi semua usia ada masalahnya,” ujar Menkes Budi dalam pernyataannya, Rabu (4/6).

Program CKG sendiri telah melayani 7,8 juta warga per awal Juni 2025 dan mampu melayani hingga 200 ribu pemeriksaan per hari. Dalam sebulan, sekitar lima juta warga mengikuti pemeriksaan gratis ini. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau 50 juta warga Indonesia dan akan mulai diperluas ke lingkungan sekolah mulai bulan ini.

Selain CKG, Menkes Budi juga menyampaikan perkembangan dalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC). Dengan ketersediaan alat deteksi murah, skrining dini TBC kini bisa dilakukan lebih luas dan efisien. “Dengan alat yang lebih murah dan lebih banyak, kita bisa deteksi lebih cepat dan langsung mulai pengobatan,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Menkes juga melaporkan percepatan pembangunan rumah sakit sebagai bagian dari program prioritas nasional. Target pembangunan 66 rumah sakit yang awalnya dicanangkan dalam lima tahun kini dipercepat menjadi dua tahun, yakni 32 RS di tahun 2025 dan 34 RS di 2026.

Sementara itu, terkait kenaikan kasus COVID-19, Menkes meminta masyarakat tidak panik. “Ini varian yang relatif tidak mematikan, jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan,” ujarnya.

Temuan-temuan dari program CKG ini dinilai menjadi pintu masuk penting bagi reformasi sistem kesehatan berbasis pencegahan dan deteksi dini, bukan hanya kuratif.

Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom