Testis Mengecil Seiring Bertambah Usia? Waspadai 6 Penyebabnya!

Ilustrasi pria yang mengalami keluhan pada testisnya/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi pria yang mengalami keluhan pada testisnya/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Ukuran testis yang mengecil sering kali dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa perubahan ukuran testis juga dapat menjadi tanda adanya gangguan medis serius yang memerlukan penanganan segera.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari New York Post pada Selasa (23/6), ahli urologi sekaligus CEO Paterna Biosciences, Dr. Alexander Pastuszak, mengungkapkan setidaknya enam kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan penyusutan testis atau testicular atrophy. Kondisi ini terjadi ketika jaringan testis kehilangan sebagian sel yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron.

Menurut Pastuszak, penyebab paling umum adalah terapi penggantian testosteron atau Testosterone Replacement Therapy (TRT). Penggunaan testosteron dari luar tubuh dapat menghambat produksi hormon alami sehingga ukuran testis berangsur mengecil.

“Testosteron eksternal kemungkinan merupakan penyebab paling umum dari penyusutan testis yang didapat,” kata Pastuszak.

Selain TRT, penggunaan steroid anabolik juga dapat memicu dampak serupa bahkan dalam tingkat yang lebih parah. Steroid membuat tubuh menghentikan produksi testosteron alami sehingga fungsi testis menurun.

Penyebab lain yang perlu diwaspadai adalah torsio testis, kondisi darurat medis ketika tali sperma terpuntir dan menghentikan aliran darah ke testis. Jika tidak segera ditangani dalam hitungan jam, jaringan testis bisa rusak permanen bahkan harus diangkat melalui operasi.

Masalah berikutnya adalah varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam skrotum yang lebih sering terjadi pada sisi kiri. Kondisi ini dapat meningkatkan suhu testis, mengganggu produksi sperma, dan menyebabkan ukuran testis mengecil seiring waktu. Varikokel juga dikenal sebagai salah satu penyebab utama infertilitas pria.

Infeksi juga berperan besar. Penyakit seperti gondongan (mumps) yang menyerang testis atau infeksi bakteri pada saluran reproduksi dapat memicu peradangan yang berujung pada penyusutan organ reproduksi tersebut.

Selain itu, kondisi hipogonadisme atau rendahnya produksi testosteron, termasuk yang disebabkan faktor genetik seperti sindrom Klinefelter, dapat membuat testis berukuran lebih kecil dari normal.

Terakhir, faktor usia juga berpengaruh. Seiring bertambahnya umur, produksi testosteron dan aliran darah ke organ reproduksi pria cenderung menurun sehingga ukuran testis dapat berkurang secara bertahap.

Pastuszak mengingatkan pria untuk tidak mengabaikan perubahan ukuran testis, terutama jika disertai nyeri, benjolan, atau perubahan bentuk yang terjadi secara mendadak.

“Jika Anda melihat penyusutan yang baru terjadi atau mendadak, segera periksakan diri ke dokter,” tegasnya.