Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital

Polewali Mandar,Gpriority-Dunia digital rawan dengan kejahatan. Untuk itulah di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang dikhususkan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengangkat tema “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Mengingat tema yang diangkat sangat sangat penting bagi Masyarakat Polaweli Mandar, sebanyak 731 peserta yang berasal dari berbagai kalangan mengikuti acara Webinar yang digelar Kominfo, Siberkreasi dan Dyandra Promosindo.

Acara sendiri dibuka adalah Senior Manager Public Policy and Government Relations Gojek, Mohammad Khomeiny yang membawakan tema “Aplikasi Dompet Digital Aman Terpercaya”. Menurut dia, dalam memilih dompet digital sebaiknya perhatikan reputasi dan pelayanan yang telaiberikan. “Hal ini agar dapat melakukan transaksi digital secara aman, nyaman, dan selalu berhati-hati,” katanya.

Berikutnya, pengusaha & kreator konten, Kevin Horax menyampaikan materi “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Kevin menekankan pentingnya memahami aturan, etika, dan hal-hal yang perlu dipelajari sebelum bertransaksi digital. “Mencari informasi lebih banyak itu lebih baik daripada uang tidak kembali ketika bertemu toko daring yang membahayakan,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, creative event, Haslan membawakan tema “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut dia, etika pelayanan dalam bisnis digital sangat penting untuk membangun citra diri yang positif. “Ucapkan terima kasih kepada pelanggan atas masukan maupun kritikan. Sebagai penjual produk atau jasa, kritikan membuat kita tahu kesalahan agar bisa diperbaiki,” tuturnya.

Pemateri terakhir, dosen Universitas Bengkulu dan Japelidi, Lisa Adhrianti, menyampaikan tema “Waspada Keamanan Media Online”. Ia menyatakan, keamanan digital tidak hanya untuk mengamankan data, namun juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia. “Pastikan perlindungan data diri pribadi maupun lingkungan terdekat. Jangan pernah menyebarkan data pribadi yang penting dan krusial,” pesannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Apa yang harus dilakukan terkait kasus pencurian data pribadi yang marak terjadi?” tanya Adeleida Paath, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital di Polewali Mandar. Lisa Adhrianti mengatakan, langkah pertama adalah memblokir, mengatur ulang PIN, dan kode sandi aplikasi tersebut. “Laporkan ke OJK atau laman yang sudah difasilitasi pemerintah yaitu www.lapor.go.id agar ditindaklanjuti,” terangnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto dok.Dyandra)

Related posts