Tokoh NU: Gus Dur Sudah Lama Jadi Pahlawan di Hati Rakyat

Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional/Foto Instagram @sekretariat.kabinet Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional/Foto Instagram @sekretariat.kabinet

Jakarta, GPriority.co.id – Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq, menyambut haru keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai Pahlawan Nasional.

Menurut Maman, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan formal, melainkan pengakuan atas laku hidup seorang pejuang kemanusiaan yang melampaui zamannya. 

Ia menegaskan, Gus Dur sejatinya telah menjadi pahlawan sejak lama karena perjuangannya memuliakan manusia.

“Gus Dur sudah menjadi pahlawan sejak lama karena beliau memperjuangkan manusia, bukan sekadar ideologi. Beliau memerdekakan akal, menjaga martabat kemanusiaan, dan membela yang lemah tanpa pamrih,” ujar Maman di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan, pengakuan negara terhadap Gus Dur meneguhkan arah moral bangsa yang sedang diuji oleh intoleransi dan polarisasi sosial. 

Dia berpandangan, Gus Dur merupakan simbol keberanian melawan arus, sekaligus keteduhan seorang ulama yang menembus sekat agama, etnis, dan politik.

“Ketika banyak orang memilih diam demi aman, Gus Dur justru bicara demi kebenaran. Ketika banyak yang menonjolkan agama untuk memecah belah, Gus Dur menunjukkan bahwa agama sejatinya menyatukan dan memanusiakan,” ucapnya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI itu, keteladanan Gus Dur harus dihidupkan kembali dalam kebijakan publik, pendidikan, dan kehidupan sosial. 

Ia menyebut, generasi muda perlu belajar dari keberanian Gus Dur dalam mengubah cara berpikir masyarakat, dari kecurigaan menjadi kasih sayang, dari kekuasaan menjadi pengabdian.

“Gus Dur tidak hanya meninggalkan warisan gagasan, tapi juga energi moral yang membuat bangsa ini tetap punya harapan. Menjadikan beliau Pahlawan Nasional berarti menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas cinta, keberanian, dan kemanusiaan,” tuturnya.

Maman mengajak seluruh rakyat Indonesia terutama kaum muda dan kalangan pesantren untuk tidak hanya mengenang Gus Dur lewat nama dan gelar, tetapi dengan meneladani keberpihakannya pada keadilan dan kemanusiaan.

“Kalau hari ini Gus Dur diakui negara sebagai Pahlawan Nasional, sejatinya beliau sudah lebih dulu menjadi pahlawan di hati jutaan rakyat yang pernah disentuh oleh kasih dan keberaniannya,” pungkas Maman.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh, mulai dari mantan presiden, tokoh buruh hingga ulama, pada Senin (10/11).

Dari sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar tersebut, dua di antaranya merupakan mantan Presiden RI, yakni Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selain itu, terdapat pula tokoh buruh era Orde Baru, Marsinah, serta tokoh militer Sarwo Edhie Wibowo.

Daftar 10 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2025:

1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
2. Jenderal Besar TNI Soeharto – Jawa Tengah
3. Marsinah – Jawa Timur
4. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
7. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
8. Syaikhona Muhammad Kholid – Jawa Timur
9. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
10. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara