Amerika Serikat, GPriority.co.id – Di tengah ekskalasi konflik antara Iran dengan AS-Israel, Presiden AS Donald Trump melalui sebuah wawancara dengan CNN pada Senin (2/3) kemarin, mengatakan bahwa militer AS sedang melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Trump pun memperingatkan bahwa “gelombang besar” serangan akan segera datang.
“Kami menghancurkan mereka,” ujar Trump kepada jurnalis CNN, Jake Tapper.
Ia melanjutkan, “Saya pikir semuanya berjalan dengan sangat baik. Sangat kuat. Kami memiliki militer terhebat di dunia dan kami menggunakannya.”
Dalam wawancara tersebut, Trump juga membahas perkiraan durasi konflik, tindakan balasan Iran yang luas, dan rencana suksesi negara tersebut.
Ketika ditanya apakah AS mengambil langkah tambahan untuk membantu rakyat Iran merebut kembali kendali dari rezim, Trump pun menjawab, “Ya. Memang benar. Tetapi saat ini kami ingin semua orang tetap berada di dalam rumah. Tidak aman di luar sana.”
Trump pun menegaskan bahwa kampanye akan semakin intensif dilakukan.
“Kami bahkan belum mulai menyerang mereka dengan keras. Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang,” sebutnya.
Mengenai perkiraan durasi perang, Presiden Donald Trump mengatakan, “Saya tidak ingin perang ini berlangsung terlalu lama. Saya selalu berpikir perang ini akan berlangsung selama empat minggu. Dan kita sedikit lebih cepat dari jadwal.”
Sejauh ini, katanya, kejutan terbesar adalah serangan Iran terhadap negara-negara Arab di kawasan itu, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
“Kami terkejut. Kami memberi tahu mereka, ‘Kami bisa mengatasi ini,’ dan sekarang mereka ingin melawan. Dan mereka melawan dengan agresif. Awalnya mereka hanya akan sedikit terlibat, tetapi sekarang mereka bersikeras untuk terlibat.”
Membahas para pemimpin Arab, Trump mengatakan kepada CNN, “Saya mengenal orang-orang ini. Mereka tangguh dan cerdas.”
Mengenai serangan Iran, dia berkata, “Mereka menembak ke sebuah hotel, mereka menembak ke sebuah gedung apartemen. Itu hanya membuat mereka marah. Mereka mencintai kita, tetapi mereka sedang mengamati. Tidak ada alasan bagi mereka untuk terlibat.”
Sementara, mengenai Iran yang menargetkan negara-negara Arab, Trump menambahkan, “itu mungkin kejutan terbesar.”
