Uji Coba Sirekap,Ketua KPU Pohuwato: Rinto W Ali: Bagus,Karena Semakin Transparan, Efektif dan Efisien

Pohuwato,Gpriority- Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Sabtu (24/10) dan Minggu (25/10) menggelar secara virtual uji coba Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di 270 daerah yang menggelar Pilkada pada 9 Desember 2020.

KPU Pohuwato yang menjadi salah satu peserta seperti disebutkan oleh Ketuanya Rinto W Ali menyambut baik uji coba Sirekap. Sebab dengan hadirnya aplikasi yang akan digunakan pada rekapitulasi suara di tingkat TPS, bisa menjadikan pemilu semakin transparan,efektif dan juga efisien.

“ Selama ini , proses rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilu masih dilakukan secara manual dan berjenjang, mulai dari tempat pemungutan suara hingga akhirnya ditetapkan di tingkat nasional. Hal ini tentu saja sering memicu ketidakpuasan dari para peserta. Karena mereka mengganggap penghitungan dicurangi dan tidak sesuai dengan hasil yang mereka terima dari para saksi. Saya berharap dengan adanya Sirekap hasilnya bisa memuaskan hati masyarakat dan juga calon kepala daerah. Karena keamanan data Sirekap bisa dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ucap Rinto W.Ali.

Ketika ditanya mengenai cara kerja Sirekap? Rinto Ali mengatakan, yang pertama Petugas KKPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bertugas harus mengisi terlebih dahulu C1 Plano dengan menghitung secara manual sebagai basis data utama Sirekap.Kedua, petugas akan memfoto C1 Plano menggunakan handphone. Ketiga, setelah di foto, aplikasi Sirekap akan membaca hasil fotonya apakah sudah sesuai atau belum. Jika belum sesuai maka akan keluar perintah untuk memfoto ulang. Keempat, setelah proses penghitungan C1 Plano selesai, aplikasi Sirekap akan menuliskan angka-angkanya ke dalam C1 Plano digital. Kelima, kode barcode akan keluar begitu angka sudah tersalin di C1 Plano digital. Sehingga saksi dan pengawas TPS bisa menscannya dan kemudian mencocokkannya.Keenam, Jika dinilai sudah cocok dan hasilnya disetujui oleh saksi dan pengawas, petugas KPPS bisa mengirimkan hasil data Sirekap ke Server.” Efisien dan efektif bukan,” ucap Rinto.

Rinto juga mengatakan akan mensosialisasikan Sirekap kepada petugas-petugas KPPS di 306 TPS yang tersebar di 104 Desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Pohuwato. “ Untuk tanggal berapanya masih menunggu koordinasi rekan-rekan di KPU Pohuwato. Tapi saya berharap secepatnya. Sehingga para petugas KPPS bisa secepatnya menguasai aplikasi Sirekap, sehingga kesalahan di dalam penghitungan tidak terjadi lagi di Pohuwato,” tutup Rinto W.Ali.(Hs)

Related posts