Jakarta, GPriority.co.id – Setelah Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4) lalu, pihak Vatikan kini bersedia untuk melakukan proses pemilihan Paus baru, atau disebut Konklaf. Adapun pertemuan para kardinal dari seluruh dunia ini, akan dimulai pada 7 Mei mendatang.
Sebagai informasi, sekitar 135 kardinal diperkirakan akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut, yang akan diadakan di Kapel Sistina dan tertutup untuk umum selama periode ini.
Meskipun tidak ada tanggal pasti untuk penutupan konklaf, konklaf sebelumnya pada tahun 2005 dan 2013 berakhir hanya dalam waktu dua hari. Selama pemilihan, para kardinal pemilih diharuskan untuk menghindari semua komunikasi, termasuk surat dan panggilan telepon, kecuali benar-benar diperlukan.
Sebagai informasi, untuk secara resmi memilih paus baru, setidaknya dua pertiga dari para kardinal yang memberikan suara harus menyetujui seorang kandidat. Tradisi ini menekankan kerahasiaan dan kesungguhan proses tersebut.
Berapa Lama Proses Konklaf Berlangsung?
Jika anda belum mengetahuinya, proses konklaf dilaksanakan sekitar 15-20 hari usai Paus Fransiskus wafat, semua kardinal yang berusia di bawah 80 tahun akan dikumpulkan. Mereka berkumpul di Kapel Sistina yang disegel konklaf. Proses pemilihan dilakukan secara rahasia, maksimal empat kali pemungutan suara per hari.
Untuk menggantikan Paus Fransiskus, kandidat harus mendapatkan dua pertiga suara. Jika setelah 33 kali pemungutan suara belum ada hasilnya, maka akan diadakan putaran final antara dua kandidat teratas.
Setiap pemungutan suara yang gagal ditandai dengan asap hitam dari Kapel Sistina. Sementara ketika paus baru terpilih, asap putih menandakan keberhasilan pemilihan.
Ada 5 daftar calon yang diduga menjadi kandidat pengganti Paus Fransiskus, diantaranya :
1. Luis Antonio Tagle (Filipina) – Sosok progresif, dekat dengan Paus Fransiskus, dikenal dengan semangat inklusivitas dan evangelisasi.
2. Pietro Parolin (Italia) – Sekretaris Negara Vatikan, moderat, berperan penting dalam diplomasi internasional.
3. Peter Turkson (Ghana) – Fokus pada keadilan sosial dan perubahan iklim, berpeluang menjadi Paus Afrika pertama dalam 1.500 tahun.
4. Peter Erdő (Hungaria) – Kandidat konservatif, pakar hukum kanon, dianggap penerus garis teologis tradisional.
5. Angelo Scola (Italia) – Mantan Uskup Agung Milan, berpandangan tradisional, meski usianya sudah 82 tahun.
Foto : Ilustrasi/Getty Images
