Jakarta, GPriority.co.id – UEA (Uni Emirat Arab) kini memanfaatkan kemajuan AI (Artificial Intelligence) untuk membuat Undang-Undang. Hal ini pertama kalinya dilakukan oleh sebuah negara di dunia.
UEA mengambil langkah besar dengan kecerdasan buatan, dan mengumumkan bahwa AI kini akan membantu menyusun undang-undang. Untuk mendukung hal ini, mereka membuat kelompok baru yang disebut Kantor Intelijen Regulasi, yang akan mengelola penggunaan AI dalam pemerintahan dan memastikan proses pembuatan undang-undang berjalan lancar, seperti dilansir dari The Telegraph.
Kantor baru tersebut akan bekerja sama dengan para pemimpin nasional dan lokal, dengan tugas utamanya adalah merancang, menyiapkan, dan mengelola bagaimana AI digunakan untuk membuat dan memperbarui undang-undang. AI tidak hanya akan menyusun undang-undang tetapi juga membantu menyusun keputusan pengadilan, peraturan pemerintah, dan beberapa layanan publik agar berjalan lebih cepat dan lebih efisien.
Para pemimpin pemerintah percaya bahwa AI akan mempercepat pembuatan undang-undang sekitar 70%, angka yang dibagikan dalam transkrip rapat kabinet yang dikutip oleh The Financial Times. Sheikh Mohammed, Perdana Menteri UEA, mengatakan AI juga akan memantau undang-undang lama dan menyarankan pembaruan untuk membantu negara tetap modern dan berjalan lebih baik.
AI Bantu Program Bayi Tabung di Meksiko
Selain di UEA, teknologi AI juga digunakan oleh negara Meksiko di bidang kesehatan, terutama berkaitan dengan program bayi tabung.
Seorang bayi laki-laki yang sehat telah lahir dengan bantuan robot penyuntikan sperma yang dibantu oleh AI. Dikembangkan oleh Conceivable Life Sciences, teknologi ini menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu penyuntikan sperma intrasitoplasma (ICSI), sebuah proses rumit yang melibatkan penyuntikan satu sperma langsung ke dalam sel telur.
Tidak seperti metode tradisional yang dilakukan oleh embriolog, robot yang dipandu AI ini dapat mengidentifikasi dan melumpuhkan sperma yang paling sehat, sebelum menyuntikkannya secara tepat ke dalam sel telur, yang secara signifikan meningkatkan akurasi dan efisiensi, seperti dilansir dari laman Conceivable Life Sciences.
Satu embrio yang dibuat oleh robot tersebut menghasilkan kehamilan yang sukses dan kelahiran seorang bayi laki-laki. Kendati demikian, para ahli menekankan perlunya studi berskala lebih besar.
Foto : Ilustrasi/Getty Images
