Virologist Mohammad Indro Cahyono:Jangan Takut dan Panik Dengan Covid-19

Jakarta,Gpriority-Cepatnya perkembangan virus corona di Indonesia yang disertai berbagai informasi hoax di media sosial membuat masyarakat Indonesia semakin dilanda ketakutan bahkan banyak sekali warga yang memborong sembako, masker hingga pencuci tangan antiseptik.

Nah, bagaimana sebenernya virus corona dapat menular ke manusia dan bagaimana cara mencegahnya? Hal inilah yang membuat ahli virus atau virologist yang hampir 20 tahun mengamati beragam virus di dunia Mohammad Indro Cahyono angkat bicara.

Menurut Indro Cahyono struktur virus ini bisa cepat menempel pada reseptor, bisa menginfeksi tetapi tidak menyebabkan kerusakan yang fatal.

Indro juga mengatakan bahwa penyebaran virus ini sangat cepat ke seluruh dunia. Namun di tengah cepatnya penyebaran, virus ini memiliki kelemahan yakni tidak menimbulkan kerusakan yang fatal.

“ Sehingga pada saat kita terkena virus corona, di hari pertama kita akan bersin-bersin, hari ke-dua kita akan pilek, hari ke-tiga dan ke-empat mungkin kita akan kesulitan menelan makanan karena sudah masuk ke dalam saluran pernapasan sehingga mengakibatkan gatal di tenggorokan dan akan terjadi demam sampai di hari keenam. Di hari ketujuh, anti body yang ada di dalam tubuh kita akan dikeluarkan secara spesifik terhadap virus itu. Sesudah antibody keluar, pertama keluar pelan-pelan dan nanti akan meningkat di hari ke-14.Di hari ke-14, antibody yang keluar yang paling tinggi dan antibody itulah yang akan menetralkan semua virusnya, akibatnya apa? Ya virusnya habis. Itu kenapa ada angka 14 (hari). sehingga kita akan kebal dan sehat dalam waktu 14 hari. Jadi kalau menurut saya covid-19 tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Indro.

Indro juga mengatakan bahwa siapa saja bisa terkena covid-19 tetapi tidak akan meninggal dan selamat. “ Dan kalau kita sudah pernah kena sekali dan kena lagi, anti body kita akan keluar lagi, dan kita akan kebal sampai 30 tahun ke depan dengan catatan bukan group yang berisiko tinggi,” tambah Indro.

Dijelaskan oleh Indro, group yang beresiko tinggi adalah yang pertama orang-orang yang berusia lanjut. Bagi orang yang berusia lanjut, sistem kekebalannya tidak berfungsi maksimal. Kedua, orang-orang yang memiliki komplikasi penyakit misalnya diabetes,hipertensi, stroke. Dan ketiga orang-orang yang terkena TBC,penomunia krosis yang saluran respirasinya sudah terlanjur rusak sehingga ketika terkena virus mereka akan bertambah parah tidak bisa bernapas sehingga menimbulkan kematian.

“ Manusia di luar group dengan resiko tinggi itu akan selamat,” tambahnya.

Indro juga mengatakan bahwa fenomena yang terjadi di Indonesia adalah masalah kepanikan bukan karena virus corona. Untuk itulah Indro mengatakan harus memahami terlebih dahulu mengenai virus tersebut sehingga tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.

“Jadi, kita harus paham, virus itu ada di dua tempat. Satu, virus di dalam tubuh, yang kedua virus di luar tubuh.Untuk virus yang di dalam tubuh ditangani pakai antibody dengan cara minum Vitamin E, Vitamin C, sama madu.Virus yang ada di di luar tubuh caranya (mematikan) ya dengan pola hidup sehatlah, sering kita bersihin.Contohnya kalau habis dari tempat yang banyak virus ya harus mandi,” tutur Indro.

Indro juga menjelaskan bahwa penularan virus itu terjadi melalui bersin, buang lendir, namun untuk penularan virus melalui kotoran manusia seperti yang diungkapkan oleh sebuah surat kabar besar di Indonesia Indro menjelaskan tidak perlu panik dikarenakan kalau wc kita sering dibersihkan maka virus itu akan mati juga dengan pembersih lantai biasa.

“Untuk itulah bagi toilet umum harus terus dibersihkan karena dipergunakan oleh banyak orang,” ucap Indro.

Untuk langkah yang sudah diambil Indonesia, Indro mengatakan sudah sangat tepat. Permasalahannya di Indonesia ini bukan masalah penyebaran tetapi masalah kepanikan. “117 orang yang terdeteksi, kalau kita lihat mungkin dalam waktu beberapa minggu akan lebih daripada itu.tetapi di sini kita menganalogikan virus dengan kematian. Karena yang kita lihat adalah mati dan nambah, jadi seolah-olah sudah ada maindset di otak kita bahwa pada saat saya pilek atau bersin sekarang besok saya mati. Tidak akan terjadi seperti itu. Karena jika kita tidak termasuk di dalam group beresiko tinggi kita akan sembuh dalam jangka waktu 10 hari dan kita akan kebal di hari ke-14,” tutur Indro.

Indro  juga mengatakan bahwa covid-19 tidak akan berkembang menjadi lebih mematikan lagi. “Perubahan virus tidak akan terjadi di tempat yang sangat luas dan dalam jangka waktu yang sangat cepat,” jelas Indro.

Indro pun berpesan kepada masyarakat agar jangan panik. Kalaupun itu tersebar ya biasa saja karena tidak berbeda dengan flu biasa. “ Dan coba belajar agak kritis sedikit bahwa setelah pemerintah mengumumkan dua orang terkena virus corona di bulan maret barulah virus ini menebar dengan cepat. Untuk itulah coba mereview ke belakang tepatnya di bulann februari sebelum kasus itu muncul apakah kita pernah kena flu,pilek dan demam selama seminggu kemudian sembuh kembali? Coba kita ingat-ingat dulu apalagi sebagian besar orang sudah pernah mengalami. Dan kalau saya balik bagaimana kalau covid-19 sudah ada di bulan februari dan kenapa kita masih hidup sampai sekarang? Itu pertanyaan mendasar yang bisa Anda pikirkan. Dan  yang perlu anda ketahui covid-19 sedikit gangguan pernapasan yang membuat kita menjadi flu dan pilek dan demam tetapi tidak akan membunuh kecuali untuk orang-orang dengan resiko tinggi,” tutup Indro.(Hs)

Related posts