Jakarta, GPriority.co.id – Laporan terbaru Ultimate Kilimanjaro di tahun 2025, mengungkap hal mengejutkan. Dalam laporan tersebut, Indonesia menjadi negara terkumuh dan menempati peringkat 10 dunia.
Dalam laporan tersebut, skor kotor (dirty score) Indonesia bahkan menyentuh angka 58,75, dan sebagian besar disumbang oleh kualitas udara serta pengelolaan sampah yang buruk. Sehingga, skor kebersihan Indonesia pun menjadi rendah, hanya 45 poin.
Secara lebih rinci, kualitas udara Indonesia memiliki skor 70, sementara skor kualitas airnya 55 dengan pengelolaan sampah 60 dan kebersihan hanya 45 poin.
Sebelumnya, IQAir memberi skor 51 dan menempatkan Indonesia pada posisi ke-15 sebagai negara dengan kualitas udara terburuk di dunia pada tahun 2024 (dari 138 negara).
Menurut Ultimate Kilimanjaro, buruknya kualitas udara di Indonesia disebabkan oleh kebakaran hutan yang sering terjadi, terlebih saat musim kemarau datang. Hal ini semakin diperparah dengan kebiasaan warga di beberapa daerah yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak saat listrik padam. Akhirnya, kabut asap pun bertambah di musim berikutnya dan membuat kualitas udara kian memburuk.
Di lain sisi, hanya sedikit sampah yang dikelola. Seperti sampah plastik dari kanal air di Jakarta yang sering hanyut ke Laut Jawa hingga mencemari pantai-pantai wisata. Bahkan sampah rumah tangga pun hanya sebagian kecil yang sampai ke tempat pembuangan resmi. Sisanya dibakar atau bahkan dibuang ke jurang. Indonesia pun dinilai sebagai negara yang tidak sejahtera karena kondisi tersebut.
Pasalnya, Ultimate Kilimanjaro menyebut kebersihan dari suatu negara memiliki kaitan erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat-nya. Negara miskin pada umumnya memiliki infrastruktur kebersihan yang terbatas. Mulai dari akses air bersih, pengelolaan sampah, hingga kesadaran publik untuk menjaga lingkungannya.
Dengan masuknya Indonesia pada daftar negara paling kumuh, menjadi pertanda bahwa saat ini Indonesia dinilai belum memiliki infrastruktur kebersihan yang mumpuni.
