Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi dan statistik nasional memiliki peran krusial dalam mendukung proses perencanaan dan pembangunan ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Sensus ekonomi memiliki peran penting dalam pembangunan ketenagakerjaan. Melalui sensus ini, kita memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan yang komprehensif,” ujar Afriansyah Noor, yang akrab disapa Ferry, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/9).
Dalam era transformasi digital, Ferry menekankan pentingnya statistik yang adaptif, inklusif, dan real-time. Menurutnya, statistik bukan hanya menghasilkan angka, namun juga menghadirkan insight berdampak yang bisa menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan.
“Dengan keterpaduan data, kita tak hanya menghadirkan angka, tetapi juga insight yang berdampak,” jelasnya.
Secara spesifik, Wamenaker menjelaskan bahwa informasi dari sensus ekonomi tidak hanya mencatat aktivitas produksi dan distribusi, tetapi juga menjadi alat pemetaan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.
Data tersebut menjadi pijakan strategis bagi pemerintah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan, termasuk, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan sektor kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, penyesuaian arah pembangunan ketenagakerjaan dengan dinamika ekonomi nasional dan global.
Dalam momentum Hari Statistik Nasional, Ferry mengajak seluruh insan statistik baik di pusat maupun daerah, dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk menjadikan statistik sebagai bahasa pembangunan.
“Setiap data yang kita olah, analisis yang kita buat, dan diseminasi yang kita lakukan harus memiliki dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wamenaker menekankan bahwa data ketenagakerjaan yang akurat juga mendukung arah kebijakan jangka panjang, termasuk penciptaan tenaga kerja hijau, produktif, dan kompeten yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 dan pembangunan berkelanjutan.
